Sam Altman Dorong Regulasi AI Fleksibel di San Francisco
CEO OpenAI Sam Altman menyatakan masyarakat perlu menerima sebagian risiko AI demi manfaat yang lebih besar. Ia tetap mendukung regulasi, tetapi menolak aturan yang terlalu ketat dan risiko katastrofik.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
San Francisco — CEO OpenAI Sam Altman mengatakan dunia perlu menerima sebagian dampak buruk kecerdasan buatan (AI) demi memperoleh manfaat yang lebih besar dari teknologi tersebut dalam wawancara dengan newsletter teknologi Decoded pada awal Oktober 2026.
Altman menyebut peretasan, penipuan, penyalahgunaan teknologi, dan dampak negatif lain sebagai risiko yang tidak seluruhnya dapat dihilangkan. Menurut dia, pembatasan akses AI secara berlebihan akan mengurangi kebebasan masyarakat untuk menggunakan teknologi dan memperoleh manfaatnya.
Meski mendukung regulasi, Altman menginginkan pendekatan yang lebih fleksibel. Ia membedakan risiko yang dapat dipahami dan dibatasi dari risiko katastrofik yang tidak dapat diterima. Salah satu risiko ekstrem yang disebutnya adalah kemungkinan manusia kehilangan kendali atas sistem AI ketika kemampuan teknologi berkembang dan digunakan untuk menjalankan lebih banyak tugas secara mandiri.
Regulasi AI perlu menyeimbangkan manfaat dan risiko
Pernyataan tersebut menunjukkan posisi OpenAI yang berbeda dari perusahaan yang mendorong standar keselamatan AI lebih ketat. Altman menolak pilihan untuk menjamin tidak ada peretasan besar, penyalahgunaan, penipuan, atau dampak buruk lain apabila jaminan itu mengharuskan akses publik terhadap AI dibatasi secara ketat.
Bagi pembaca di Indonesia, perdebatan ini berkaitan dengan arah pengaturan AI, perlindungan dari penipuan dan penyalahgunaan teknologi, serta akses masyarakat terhadap manfaat AI. Sikap Altman tidak menghapus kebutuhan akan keselamatan, melainkan menekankan bahwa pengembang dan regulator harus menentukan batas risiko yang dapat diterima tanpa menghambat pemanfaatan teknologi.
Altman juga mengatakan masyarakat kemungkinan akan menghasilkan jauh lebih banyak hal positif daripada dampak buruk melalui AI. Ia tetap menolak risiko yang benar-benar katastrofik, terutama skenario manusia kehilangan kendali terhadap sistem tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Grab dan OVO Perkenalkan Pelatihan Digital untuk UMKM Cirebon
Grab dan OVO bersama pemerintah memperkenalkan program Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon pada 1 Oktober 2026. Pelatihan mencakup pemasaran dig…
Terbaru di Teknologi
Berita utama hari ini

Baca juga





