Sarmuji Sebut Industri Tumbuh 5,32 Persen di Jakarta
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyebut industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada kuartal II 2026, di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada kuartal II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen, dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat Sarmuji membantah anggapan bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi. Ia menyebut kinerja industri nasional justru menunjukkan ekspansi, bukan kontraksi.
Data yang dipaparkan menunjukkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026 berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama. Sarmuji mengatakan kondisi tersebut menjadi persilangan pertama dalam 12 tahun terakhir, karena sebelumnya pertumbuhan industri biasanya berada sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga membandingkan capaian 2025. Pada tahun tersebut, industri pengolahan tumbuh 5,3 persen, sedangkan ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen. Menurut Sarmuji, angka itu memperkuat posisi industri pengolahan sebagai salah satu penopang perekonomian.
Pertumbuhan industri menjadi penanda penting ekonomi nasional
Bagi pembaca, perbandingan tersebut memberi gambaran mengenai arah sektor manufaktur dan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Sarmuji menyebut industri pengolahan berkontribusi 38,98 persen terhadap realisasi investasi nasional. Ekspor industri pengolahan hingga Agustus 2026 mencapai US$159,55 miliar atau 82,40 persen dari total ekspor Indonesia.
Dari sisi tenaga kerja, sektor industri pengolahan menyerap sekitar 19,98 juta pekerja hingga Mei 2026. Indeks Kepercayaan Industri pada Oktober 2026 mencapai 53,77, meningkat dari 51,9 pada bulan sebelumnya. Indeks di atas 50 menunjukkan aktivitas industri berada dalam fase ekspansi.
Meski demikian, tingkat utilisasi industri pengolahan nonmigas pada Februari 2026 masih tercatat 66,13 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat ke kisaran 80-85 persen untuk memperbesar kontribusi industri dengan kapasitas yang sudah tersedia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Kementerian Kehutanan Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla
Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada 32 perusahaan terkait karhutla. Sanksi mencakup pembekuan, pencabutan izin, dan pemuliha…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga





