Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Warga Protes Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Pabrik BYD Subang

Warga memprotes rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal di pabrik BYD Cipeundeuy, Subang. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji membuka kemungkinan mengecek lokasi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Area dalam fasilitas industri modern yang luas dengan struktur baja dan lantai mengilap.
Ilustrasi: Area dalam fasilitas industri modern yang luas dengan struktur baja dan lantai mengilap. · Foto: Peter Xie / Pexels

Subang — Warga menggelar demonstrasi di kawasan pabrik mobil listrik BYD di Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026), untuk memprotes penyerapan tenaga kerja lokal yang dinilai belum memadai. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji merespons persoalan itu pada Jumat (30/10/2026).

Aksi tersebut dilakukan Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB). Kelompok warga itu meminta perusahaan memberi kesempatan lebih besar kepada masyarakat setempat dan membuka proses rekrutmen secara transparan. FMSB memperkirakan penyerapan tenaga kerja asal Subang di pabrik BYD masih di bawah 20 persen.

Warga menegaskan aksi tersebut bukan penolakan terhadap investasi. Mereka meminta pemerintah daerah, Dinas Ketenagakerjaan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, dan manajemen BYD membahas kebutuhan kompetensi industri kendaraan listrik. FMSB juga mendorong pelatihan khusus agar pencari kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pabrik.

Dialog menentukan akses kerja warga Subang

Persoalan ini relevan bagi pembaca karena mempertemukan investasi industri kendaraan listrik dengan tuntutan pemerataan kesempatan kerja di daerah tempat pabrik beroperasi. Perbedaan penilaian antara masyarakat dan perusahaan mengenai jumlah pekerja lokal menjadi pokok masalah yang perlu dijelaskan secara terbuka.

Sarmuji mengatakan Kementerian Perindustrian telah menerima informasi mengenai demonstrasi tersebut. Ia menyebut penyelesaian persoalan tidak hanya berada di kementeriannya dan membuka kemungkinan untuk mengecek atau mengunjungi lokasi bila diperlukan. Menurut dia, pandangan industri dan masyarakat perlu dipertemukan agar perbedaan persepsi tidak terus menimbulkan masalah.

Selain isu tenaga kerja, tuntutan massa juga mencakup prioritas perekrutan warga Subang, pelibatan perusahaan lokal, serta penggunaan vendor pengolahan limbah yang memiliki izin resmi. Sumber laporan menyebut demonstrasi berlangsung di kawasan pabrik BYD di Cipeundeuy, Kabupaten Subang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Entrepreneur

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.