Sudaryono Umumkan Transformasi MBG 2.0 di Jakarta
Kepala BGN Sudaryono mengevaluasi tata kelola, keamanan pangan, dan pengawasan MBG saat 100 hari kepemimpinannya. Ia mengumumkan transformasi MBG 2.0 di Jakarta.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memaparkan evaluasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengumumkan transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026, bertepatan dengan 100 hari kerjanya memimpin BGN.
Transformasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan, keamanan pangan, dan tata kelola program. Sudaryono menyatakan pelaksanaan MBG tidak cukup hanya mengejar jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga harus memastikan manfaatnya diterima masyarakat secara tepat.
Dalam evaluasi awal, BGN menyoroti persoalan praktik koruptif, standar tata kelola yang belum jelas, kualitas dapur, sumber daya manusia, serta belanja program. BGN juga menekankan perlunya pengawasan atas kualitas makanan, tingkat konsumsi, sisa makanan, ketepatan penerima manfaat, dan efisiensi biaya.
Konsep MBG 2.0 dibangun melalui tiga prioritas, yaitu pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola dan pengawasan, serta transparansi dan kolaborasi. Pembenahan tata kelola mencakup pembaruan perjanjian kerja sama seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), verifikasi data, dan pemantauan alur kerja melalui sistem digital.
MBG 2.0 memperkuat pengawasan program nasional
Bagi pembaca, perubahan ini relevan karena MBG merupakan program publik yang menyangkut layanan pangan dan penggunaan anggaran negara. Badan Gizi Nasional menyebut lebih dari 58 juta penerima manfaat telah terverifikasi dalam 100 hari kerja. Sebanyak 26.723 dapur juga telah terverifikasi dari total 27.485 dapur.
BGN turut mencatat 1,03 juta tenaga kerja aktif dan 80.315 pemasok lokal, dengan 82,83 persen di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Realisasi anggaran 2026 tercatat Rp165 triliun, sedangkan Rp44 triliun disebut telah dikembalikan ke kas negara.
Pengawasan keamanan pangan diarahkan sejak pengadaan bahan baku hingga makanan diterima penerima manfaat. Evaluasi berkelanjutan akan menjadi dasar untuk memperbaiki pelaksanaan dan menilai kesiapan inovasi MBG di berbagai wilayah. Transformasi berikutnya diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Analisis
Amran Copot Delapan Pejabat Bulog dan Bapanas di Jakarta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot delapan pejabat Bulog dan Bapanas pada 29 Oktober 2026. Dua pejabat lain menerima peringatan terkait du…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga




