Telkomsel Gunakan AI untuk Optimalkan Jaringan 5G Indonesia
Telkomsel memperbarui penjelasan penggunaan AI untuk membaca karakter pelanggan, mendeteksi titik keramaian, dan menyesuaikan kapasitas jaringan 5G di Indonesia.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Telkomsel memperbarui penjelasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi titik keramaian dan menyesuaikan kapasitas jaringan 5G di Indonesia pada 31 Oktober 2026.
Penjelasan itu disampaikan dalam laporan yang diperbarui pada 31 Oktober 2026. Telkomsel menggunakan AI untuk membaca karakter pelanggan serta kondisi jaringan pada waktu dan lokasi tertentu. Pendekatan tersebut memungkinkan operator menyesuaikan pengelolaan jaringan dengan kebutuhan konektivitas pengguna.
Agus menjelaskan AI dapat mendeteksi titik keramaian dan mengatur kapasitas jaringan sesuai kebutuhan pengguna. Rido menambahkan bahwa pola penggunaan dapat berbeda, termasuk ketika pelanggan bepergian pulang-pergi kerja atau berada di lokasi konser. Informasi mengenai karakter pelanggan dan kepadatan jaringan menjadi dasar untuk mengoptimalkan layanan.
AI membantu Telkomsel menyesuaikan jaringan dengan kebutuhan pengguna
Pemanfaatan AI relevan bagi pembaca karena kualitas internet tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga kemampuan jaringan merespons perubahan kepadatan pengguna. Dengan membaca kondisi di lokasi dan waktu tertentu, operator dapat mengalokasikan kapasitas secara lebih sesuai terhadap kebutuhan pelanggan.
Laporan terkait juga menyebut Telkomsel mengintegrasikan AI ke dalam jaringan 5G untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas layanan. Setiap pengguna memiliki kebutuhan konektivitas berbeda sehingga pengaturan jaringan yang seragam tidak selalu memadai.
Pengoptimalan jaringan memperhatikan sejumlah metrik, yakni download throughput, upload throughput, latensi, jitter, dan packet loss. Parameter tersebut dapat disesuaikan secara otomatis dengan aktivitas pengguna di lapangan. Pengguna yang lebih banyak menonton video memerlukan kemampuan unduh yang baik, sedangkan kreator konten membutuhkan kemampuan unggah untuk mengirim berkas berukuran besar.
Telkomsel juga menyatakan integrasi AI ditujukan untuk memperluas serta memaksimalkan kapabilitas 5G Powered by AI di berbagai wilayah. Alokasi sumber daya jaringan yang terotomatisasi diharapkan mendukung pengalaman digital yang lebih stabil bagi masyarakat Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
MR.D.I.Y. Catat Pendapatan Rp7,2 Triliun di Indonesia
MR.D.I.Y. Indonesia mencatat pendapatan Rp7,2 triliun pada Januari-September 2026. Transaksi pelanggan naik 23,3 persen secara tahunan saat konsumen l…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga




