Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

MR.D.I.Y. Catat Pendapatan Rp7,2 Triliun di Indonesia

MR.D.I.Y. Indonesia mencatat pendapatan Rp7,2 triliun pada Januari-September 2026. Transaksi pelanggan naik 23,3 persen secara tahunan saat konsumen lebih cermat berbelanja.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Berbagai perkakas pertukangan berwarna kuning tertata rapi di atas latar belakang hitam.
Ilustrasi: Berbagai perkakas pertukangan berwarna kuning tertata rapi di atas latar belakang hitam. · Foto: Anna Shvets / Pexels

Jakarta — PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pengelola MR.D.I.Y. Indonesia, mencatat pendapatan Rp7,2 triliun sepanjang Januari-September 2026. Laporan pada 30 Oktober 2026 itu juga menyebut jumlah transaksi pelanggan di jaringan tokonya meningkat 23,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut berlangsung ketika masyarakat semakin cermat mengelola anggaran rumah tangga dan memilih toko yang dekat dengan pusat kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan transaksi disebut sejalan dengan perluasan jaringan toko MR.D.I.Y. di berbagai wilayah Indonesia.

Perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan 24,5 persen secara tahunan pada sembilan bulan pertama 2026. Data kinerja perusahaan menunjukkan pendapatan sebesar Rp7,2 triliun, sementara transaksi pelanggan tumbuh 23,3 persen pada periode yang sama.

Pendapatan dan transaksi MR.D.I.Y. meningkat saat belanja lebih hemat

Bagi pembaca, perkembangan ini menggambarkan perubahan pola belanja rumah tangga sekaligus dampak ekspansi jaringan ritel terhadap kinerja perusahaan. MR.D.I.Y. menyatakan kenaikan pendapatan didorong oleh bertambahnya kunjungan pelanggan ketika jaringan toko diperluas ke komunitas baru.

PT Daya Intiguna Yasa Tbk merupakan perusahaan yang mengelola jaringan MR.D.I.Y. Indonesia. Kinerja sembilan bulan 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi dasar pengukuran kenaikan pendapatan dan transaksi yang dilaporkan.

Laporan perusahaan juga menyebut hasil keuangan untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 masih didasarkan pada laporan keuangan konsolidasian yang belum diaudit dan belum ditelaah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.