Telkomsel Perkuat Smart Factory dengan 5G Privat di Batam
Telkomsel menggunakan 5G Private Network Standalone dan perangkat IoT untuk menghubungkan mesin serta sensor di Smart Factory PT Pegaunihan Technology Indonesia, Batam.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Batam — Telkomsel menghadirkan jaringan 5G Private Network Standalone (SA) dan integrasi perangkat Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemantauan produksi secara real-time di Smart Factory PT Pegaunihan Technology Indonesia, Batam.
Kolaborasi Telkomsel dan PT Pegaunihan Technology Indonesia ditandai dengan Perjanjian Kerja Sama pada 24 April 2025. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari perusahaan manufaktur elektronik global Pegatron.
Telkomsel menyediakan infrastruktur 5G Private Network Standalone untuk menjaga konektivitas yang andal dan aman di area produksi. Perusahaan juga menyiapkan hingga 1.200 kartu SIM IoT yang terintegrasi dengan sistem Smart Manufacturing berbasis 5G.
Integrasi itu memungkinkan pemantauan kinerja mesin dan pengendalian proses produksi secara efisien dan real-time. Jaringan berlatensi rendah juga dapat menghubungkan ribuan sensor dan mesin untuk mendukung otomasi, analitik, optimalisasi kualitas, efisiensi biaya, dan pemeliharaan prediktif.
5G memperkuat pemantauan dan otomasi manufaktur
Pemanfaatan 5G di fasilitas manufaktur menunjukkan penerapan konektivitas privat untuk kebutuhan operasional industri. Berbeda dengan jaringan komersial yang digunakan bersama, jaringan privat dirancang untuk memenuhi kebutuhan kapasitas, kendali, keamanan, dan komunikasi internal perusahaan.
Telkomsel menyebut jaringan 5G dapat mendukung koneksi banyak perangkat secara bersamaan. Dalam proyek di Batam, mesin, sensor, robot, dan sistem produksi dapat terhubung secara nirkabel sehingga data operasional tersedia untuk pemantauan langsung.
Selain jaringan privat, Telkomsel juga menyediakan jaringan 5G publik untuk mendukung mobilitas dan produktivitas pekerja di fasilitas Smart Factory. Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung penerapan kecerdasan buatan dan otomasi Internet of Things dalam proses manufaktur.
Telkomsel dan PT Pegaunihan Technology Indonesia sebelumnya mengumumkan kerja sama tersebut pada 24 April 2025. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan jadwal lanjutan khusus untuk implementasi setelah penyediaan infrastruktur, kartu SIM IoT, dan jaringan pendukung di fasilitas Batam.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Telkomsel Buka Pendaftaran NextDev ke-12 hingga 9 November 2026
Telkomsel membuka pendaftaran NextDev ke-12 pada 8 Oktober hingga 9 November 2026. Program ini memprioritaskan technopreneur yang mengembangkan solusi…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





