TNI-Polri Jaga 24 Jam Jembatan Lalove Setelah Bentrokan Maut
TNI dan Polri menjaga kawasan Jembatan Lalove selama 24 jam setelah bentrokan pada 28 Oktober 2026 menewaskan satu warga dan melukai dua orang lainnya.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jembatan Lalove — Aparat TNI dan Polri melakukan penjagaan selama 24 jam di kawasan Jembatan Lalove pada 30 Oktober 2026, dua hari setelah bentrokan antara warga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara menewaskan satu orang.
Mengapa ini penting: Warga di sekitar Jembatan Lalove menghadapi penjagaan gabungan selama 24 jam setelah bentrokan menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya.
Polisi dan TNI mendirikan posko pengamanan bersama di sekitar jembatan. Aparat juga menyiagakan kendaraan taktis Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tengah, kendaraan kedokteran dan kesehatan, serta armada patroli.
Menurut laporan Tribun Palu, bentrokan terjadi pada 28 Oktober 2026 dan melibatkan massa dari dua wilayah yang dipisahkan Jalan Anoa II. Bentrokan itu menewaskan warga berinisial D dan melukai dua orang lain yang kemudian mendapat perawatan di rumah sakit.
Laporan lain menyebut bentrokan berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita. Kapolresta Palu Komisaris Besar Hari Rosena mengatakan aparat mengerahkan sekitar 480 personel gabungan, terdiri atas 280 anggota Polda Sulawesi Tengah, 100 anggota Polresta Palu, dan 100 personel TNI.
Personel gabungan ditempatkan di kawasan perbatasan kedua wilayah untuk mencegah bentrokan susulan. Polisi menyatakan situasi berangsur kondusif setelah massa dicegat sekitar pukul 18.00 Wita.
Pengamanan juga mencakup pembukaan posko di bawah Jembatan Lalove dan penjagaan di sejumlah titik rawan. Kapolresta Palu meminta warga Nunu dan Tatura Utara menahan diri serta tidak menyebarkan isu provokatif.
Sejumlah laporan menyebut massa membawa senjata tajam dan senjata lain saat bentrokan. Aparat mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi selama penanganan insiden.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Sebut Asap Karhutla Morowali dan Tojo Una-Una Mencapai Palu
BMKG menyatakan asap karhutla dari Morowali dan Tojo Una-Una terbawa angin hingga Palu. PM10 berada pada kategori sedang, sedangkan PM2,5 masuk katego…
Terbaru di Pertahanan
Berita utama hari ini

Baca juga





