Trump Beri Peringatan Keras kepada Iran Jelang Sidang Umum PBB
Menjelang pekan tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB di New York, Presiden AS Donald Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran bahwa "hal-hal yang sangat besar" akan segera terjadi terkait perang kedua negara jika Teheran tak…
Oleh Kevin Mikael Januar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Amerika Serikat — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran menjelang pembukaan sesi tingkat tinggi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, dengan menyatakan bahwa "hal-hal yang sangat besar" akan segera terjadi terkait konflik kedua negara jika Teheran tidak mengubah perilakunya.
Pernyataan Trump soal Iran
Menurut laporan Republika, Trump pada Ahad, 20 September 2026 mengatakan dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Dalam wawancara dengan jaringan televisi Amerika Serikat Fox News, yang dikutip berbagai media internasional, Trump menggambarkan posisinya sebagai berada dalam "deciding mode" dan menegaskan bahwa "hal-hal yang sangat besar" akan terjadi dalam waktu dekat jika Iran tidak mengubah sikapnya.
Trump juga menggunakan bahasa yang tajam untuk menggambarkan opsi yang ia pertimbangkan terhadap Iran, termasuk kemungkinan "menghancurkan" negara itu, membiarkannya "membusuk" atau "merana" secara ekonomi, atau mencari kesepakatan politik dengan Teheran.
Konteks Sidang Majelis Umum PBB
Sejumlah media internasional mencatat bahwa pernyataan Trump disampaikan menjelang pekan tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB yang dimulai Senin, 21 September 2026 di New York.
Trump menyatakan dirinya "mungkin terbuka" untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela perhelatan tersebut, sembari tetap menyampaikan ancaman bahwa konsekuensi besar menanti jika Iran tidak mengubah perilakunya.
Media seperti Sedaily dan Azernews melaporkan bahwa Trump melihat Sidang Majelis Umum PBB sebagai salah satu momentum untuk menekan Iran agar masuk ke jalur negosiasi, meski retorika yang ia gunakan menekankan kemungkinan eskalasi militer.
Tanggapan dan Ketegangan Kawasan
Di Teheran, sejumlah pejabat Iran menuding Washington tengah mempersiapkan serangan besar lanjutan dan memperingatkan akan adanya serangan balasan berkelanjutan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan jika terjadi ofensif baru.
Laporan-laporan tersebut menunjukkan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran berada pada fase penuh ketidakpastian, dengan kedua pihak saling mengirim sinyal ancaman menjelang forum diplomatik utama dunia di markas PBB.
Media seperti Express Tribune dan India Today menggambarkan situasi ini sebagai titik persimpangan bagi strategi Washington di Timur Tengah, di mana Trump mengakui tengah mempertimbangkan apakah akan melanjutkan serangan besar-besaran atau membuka ruang diplomasi lebih luas.
Dampak bagi Stabilitas Global
Pernyataan Trump menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan pasar global.
Ketegangan di Selat Hormuz dan kawasan Teluk sebelumnya telah mengganggu arus perdagangan energi, sehingga setiap eskalasi baru dalam perang atau ancaman terhadap Iran dinilai dapat berdampak pada harga minyak dan keamanan jalur pelayaran internasional.
Bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi dan stabilitas kawasan, perkembangan di New York dan pernyataan Trump terhadap Iran akan menjadi salah satu indikator penting arah kebijakan Amerika Serikat dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber
Berita berikutnya

Libur Jepang 21–23 September: Mengapa Tahun Ini Disebut Silver Week
Kalender resmi Jepang menetapkan libur pada 21, 22, dan 23 September 2026. Berurutan dengan akhir pekan, susunan ini membentuk Silver Week yang perlu…
Baca juga



