Kabar18.com

Rabu, 4 November 2026

IHSG Melemah Saat Investor Menanti Hasil Pemilu Sela AS

IHSG dibuka melemah 0,97 persen pada 4 November 2026 ketika investor menanti hasil pemilu sela Amerika Serikat. Pasar Asia juga tertekan, terutama saham teknologi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan grafik lilin pasar keuangan dengan indikator merah dan hijau pada layar gelap.
Ilustrasi: Tampilan grafik lilin pasar keuangan dengan indikator merah dan hijau pada layar gelap. · Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia melemah pada Rabu, 4 November 2026, saat investor memantau hasil pemilu sela Amerika Serikat dan penurunan pasar saham Asia.

IHSG dibuka turun 47,33 poin atau 0,97 persen ke level 4.856,96. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, berkurang 3,51 poin atau 0,71 persen menjadi 493,76. Pergerakan itu mengikuti pelemahan yang lebih luas di pasar Asia ketika pelaku pasar menilai kemungkinan dampak hasil pemilu terhadap arah kebijakan fiskal Amerika Serikat.

Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, menyatakan secara teknikal IHSG berpotensi menguji level 4.650–4.750 apabila dukungan pada 4.900 tidak mampu menahan penurunan lebih lanjut. Ia juga menyebut inflasi Amerika Serikat menjadi salah satu isu utama dalam pemilu. Kenaikan harga energi sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran turut mendorong biaya komoditas, termasuk bensin dan solar.

Hasil pemilu Amerika Serikat menjadi perhatian investor Indonesia

Perubahan politik di Washington dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan fiskal dan sektor ekonomi tertentu, mulai dari teknologi hingga utilitas. Penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga menekan harga emas, sementara investor mencari petunjuk mengenai kebijakan fiskal berikutnya.

Di pasar Asia, saham teknologi memimpin penurunan. Tekanan itu berkaitan dengan kekhawatiran atas regulasi kecerdasan buatan, belanja teknologi, valuasi saham, serta prospek kebijakan fiskal Amerika Serikat.

Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan tersebut relevan karena perubahan sentimen global dapat memengaruhi pembukaan IHSG, nilai tukar, harga komoditas, dan keputusan investor domestik. Arah pasar selanjutnya masih bergantung pada hasil pemilu sela Amerika Serikat dan penilaian investor atas dampaknya terhadap kebijakan ekonomi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.