UNAIR Bekali Peternak Parigi Moutong dengan Biosekuriti
Pelatihan TEP UNAIR di Parigi Moutong mengajarkan pemisahan ayam sakit, pengelompokan berdasarkan umur, dan pembatasan akses kandang untuk mencegah penyakit.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Parigi Moutong — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) membekali peternak ayam dengan langkah biosekuriti sederhana pada 4 November 2026 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Pelatihan itu mengajarkan peserta memisahkan ayam sakit, mengelompokkan ayam berdasarkan umur, membersihkan tempat pakan, dan membatasi akses orang luar ke kandang. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan ayam sekaligus mencegah penyebaran penyakit.
Selain biosekuriti, peserta menerima materi pemilihan bibit unggul, penyediaan pakan sesuai kebutuhan, manajemen kandang, sanitasi, serta pencatatan usaha. TEP UNAIR juga mendorong pemanfaatan bahan lokal seperti ikan rucah, jagung, dan bekatul sebagai alternatif pakan.
Biosekuriti membantu menjaga produktivitas peternak
Bagi pembaca di Indonesia, pelatihan ini menunjukkan langkah praktis yang dapat diterapkan peternak untuk mengurangi risiko penyakit pada ayam. Pengelolaan kandang yang lebih tertib membantu peserta memantau kesehatan ternak, kebutuhan pakan, perkembangan produksi, dan biaya pemeliharaan.
Program berlangsung di sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong dan mencakup pendampingan pada empat lokasi desa. TEP UNAIR menyusun modul mengenai pengolahan tepung ikan, manajemen ayam buras, serta biosekuriti kandang untuk mendukung penerapan materi secara mandiri.
Pelatihan diarahkan untuk menekan kematian ayam, meningkatkan produksi telur, memperbaiki pengelolaan usaha, dan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Sumber laporan menyebut pendampingan juga membiasakan peternak mencatat produksi serta memanfaatkan sumber daya lokal.
Program berikutnya mencakup pendampingan penerapan materi di kandang dan pemantauan pemeliharaan ayam. TEP UNAIR juga menyatakan rekomendasi teknis akan disampaikan kepada pemerintah daerah dalam laporan akhir.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Inspirasi
Muhammad Afandi Penjual Pisang Rebus Lulus Cumlaude SI dari Unair, Langsung Dapat Beasiswa ke S2 oleh Rektor
Muhammad Afandi, anak penjual pisang rebus di Surabaya, lulus cum laude dari Unair dan menerima beasiswa studi magister dari rektor. Ia menjadi anak p…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga




