60 Hektare Lahan Terbakar di Kaki Gunung Klabat Minahasa Utara
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan di kawasan kaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menghanguskan sekitar 60 hektare lahan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kabupaten Minahasa Utara — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan kaki Gunung Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, dengan total luasan terdampak sekitar 60 hektare.
Menurut Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, kebakaran mulai terjadi pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 09.00 Wita. Angin kencang membuat api cepat menyebar di area perbukitan dan lahan kering di kaki Gunung Klabat sehingga memperluas area terdampak.
BNPB menyebutkan, hingga Minggu, 20 September 2026, sekitar 10 hektare lahan masih belum padam dan terus dalam proses pemadaman oleh satuan tugas darat. Informasi ini disampaikan BNPB melalui siaran pers yang kemudian dikutip berbagai media nasional.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara bersama unsur gabungan TNI, Polri, dan dinas pemadam kebakaran kabupaten dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan tiga unit mobil milik BPBD, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, serta satu unit kendaraan pemadam kebakaran milik TNI.
Media nasional melaporkan, kebakaran dengan luasan terbesar dalam periode 20 hingga 21 September 2026 ini tercatat berada di Kabupaten Minahasa Utara. Dalam periode yang sama, BNPB juga mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah lain di Indonesia, namun luasan terdampak di Minahasa Utara menjadi yang paling luas.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Berton menyatakan, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di lahan kering karena dapat memicu kebakaran.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, dinas pemadam kebakaran, dan komunitas lokal untuk meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah rawan karhutla. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat di sekitar kaki Gunung Klabat dan kawasan lain yang rawan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kesehatan
Karhutla Kalteng Picu 91 Ribu Kasus ISPA dan 22 Ribu Diare
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga lebih dari 91 ribu dan d…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini


