7.028 Kopdes Merah Putih Diverifikasi, Manajer Ditargetkan Bertugas Paling Lambat 25 September
Menteri Koperasi menyebut 7.028 dari 17.288 Kopdes Merah Putih yang rampung sedang diverifikasi. Sebanyak 28.626 manajer menunggu SK dan ditargetkan ditempatkan paling lambat 25 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Jakarta — Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan kepada Komisi VI DPR, Kamis, 17 September 2026, bahwa 7.028 dari 17.288 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bangunannya rampung sedang diverifikasi. Pemerintah menargetkan koperasi itu mulai beroperasi akhir September atau awal Oktober, setelah manajernya ditempatkan.
Verifikasi dikerjakan tim kabupaten/kota yang diketuai sekretaris daerah dengan kepala dinas koperasi sebagai wakil, kata Ferry seperti dilaporkan Kompas.com. Hasilnya tiga status: layak beroperasi, layak dengan catatan, atau belum layak, tulis Bisnis.com.
Sesudah itu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mereviu hasilnya, bangunan diserahterimakan kepada desa, dan manajer ditempatkan. Serah terima itu menjadi dasar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membayar angsuran pembiayaan koperasi kepada bank milik negara (Himbara).
Ferry mengatakan Peraturan Presiden tentang tata kelola KDKMP keluar sehari sebelum rapat, sehingga surat keputusan (SK) pengangkatan manajer bisa diproses. “Dalam satu dua hari ini sudah diterbitkan SK pengangkatan manajer Kopdes, termasuk besaran gaji dan tunjangannya,” kata Ferry dalam rapat itu, dikutip Bloomberg Technoz.
Sebanyak 28.626 orang telah direkrut, dilatih, dan lulus seleksi nasional. Mereka kelak pegawai kontrak dua tahun PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) lewat skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Nominal gaji belum dibuka; Ferry enggan menyebutnya di hadapan Dewan.
Tenggat penempatan disebut lebih dulu. Dalam rapat koordinasi dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Agrinas, yang videonya ia unggah ke Instagram Rabu, 16 September, Ferry menyebut Agrinas bisa menempatkan manajer per 25 September 2026 bila verifikasi rampung dan dievaluasi paralel bersama BPKP. CNN Indonesia dan Bisnis.com menyebutnya target paling lambat. Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan penentuan orang diserahkan kepada Agrinas, yang tahu koperasi mana yang siap beroperasi.
Mengapa ini penting
Bagi warga desa, KDKMP dirancang sebagai saluran barang bersubsidi. Di Borobudur Indonesia Expo 2026, Magelang, Kamis malam, Ferry menyebut untuk pertama kalinya komoditas subsidi disalurkan langsung lewat koperasi desa dan kelurahan: beras dan minyak goreng dari Bulog, beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan), LPG 3 kilogram dari Pertamina Patra Niaga, serta pupuk dari Pupuk Indonesia. Tujuannya memangkas rantai distribusi yang dinilai terlalu panjang, lapor Antara.
Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), gerai koperasi bisa menjadi etalase baru; Ferry meminta setiap KDKMP mengutamakan produk UMKM daerahnya. Kepada DPR ia menjelaskan barang pabrikan bisa masuk secara konsinyasi (titip jual), dan modal bisa datang dari pembiayaan bank atau Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Dalam rapat yang sama, anggota Komisi VI Mufti Anam mempersoalkan data bahwa baru tiga koperasi siap berjalan, padahal menurut dia Rp106 triliun sudah disalurkan. Ferry menjawab angka itu muncul karena Sistem Informasi Manajemen KDKMP (Simkopdes) belum diperbarui, tulis Kompas.com.
Angka kunci
- 83.379 KDKMP terbentuk per 1 September 2026, menurut Simkopdes yang dikutip Antara.
- 25.113 koperasi rampung bangunan fisiknya per 17 September menurut Simkopdes; di DPR, Ferry menyebut lebih dari 23.000.
- 17.288 unit diusulkan Agrinas untuk diverifikasi; 7.028 di antaranya sedang diproses.
- 28.626 manajer dinyatakan lulus, kata Ferry; per 1 September, Antara mencatat 29.830 calon telah mengikuti seleksi, pelatihan, dan sertifikasi.
- Rp40 triliun: angsuran pertama pembiayaan KDKMP yang jatuh tempo September 2026, menurut Antara dan Kompas.com.
Apa selanjutnya
SK pengangkatan manajer dijanjikan terbit dalam hitungan hari sejak 17 September; penempatan paling lambat 25 September; serah terima bangunan kepada desa diharapkan rampung akhir September agar koperasi berjalan akhir bulan ini atau awal Oktober.
Target akhir tahun punya dua rumusan. Kepada DPR, seperti dikutip Bisnis.com, Ferry berharap 30.000 unit beroperasi. Di Magelang, ia menyebut 30 ribu itu sasaran penyelesaian bangunan fisik, gudang, dan kelengkapannya, sesuai arahan Presiden.
Di sisi anggaran, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan, Jumat, 18 September, dana angsuran pertama sudah disiapkan; pembayaran menunggu tagihan dari Himbara.
Penempatan manajer mundur dari jadwal semula, Agustus 2026. Pada 1 September, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan tidak ada kendala; calon manajer, kata dia, minta ditempatkan di daerah masing-masing sehingga perlu waktu. Perpres saat itu juga masih dimatangkan, lapor Antara.
Sumber
- Bisnis.com — 7.028 Kopdes masuk verifikasi (17/9/2026)
- Bloomberg Technoz — SK manajer Kopdes akan terbit (18/9/2026)
- CNN Indonesia — Penempatan manajer paling lambat 25 September (17/9/2026)
- Bisnis.com — Manajer Kopdes bertugas 25 September (18/9/2026)
- Antara — KDKMP utamakan produk UMKM lokal (18/9/2026)
- Antara — Dana angsuran pertama KDKMP siap (18/9/2026)
- Kompas.com — Menkop bantah KDKMP baru tiga beroperasi (17/9/2026)
- Antara — Sebab penempatan manajer tertunda (1/9/2026)
Berita berikutnya

Sebulan Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Jutaan Usaha Mikro-Kecil Belum Bersertifikat
Pemerintah menegaskan kewajiban sertifikat halal berlaku 18 Oktober 2026 tanpa penundaan. BPJPH mencatat jutaan usaha mikro-kecil belum bersertifikat…
Baca juga





