Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

153 Usaha Menengah Masuk Kurasi RISE TO IPO 2026, Kementerian UMKM Siapkan Jalur ke Bursa

Sebanyak 153 perusahaan menengah peserta kegiatan di Surabaya, Makassar, dan Bandung dinilai kesiapannya sebelum masuk pendampingan intensif dan IDX Incubator 2027. Keterangan yang dikutip media tidak merinci nama peserta maupun jadwal IPO.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: gedung-gedung perkantoran di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, kawasan tempat Bursa Efek Indonesia berkantor, difoto pada 2…
Ilustrasi: gedung-gedung perkantoran di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, kawasan tempat Bursa Efek Indonesia berkantor, difoto pada 2018. (Foto: Rantemario / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyaring 153 perusahaan menengah yang dinilai berpeluang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyaringan itu bagian dari RISE TO IPO 2026, program kementerian bersama BEI yang digelar di Surabaya, Makassar, dan Bandung sepanjang Juni hingga Agustus.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyampaikan angka itu lewat keterangan kementerian di Jakarta, yang dikutip Antara pada Kamis malam, 17 September 2026, serta Bisnis.com dan Katadata sehari kemudian. Menurut Bagus, peserta lebih dulu dibekali pengetahuan dasar tentang penawaran umum perdana saham (IPO), yakni saat perusahaan pertama kali menjual sahamnya kepada publik. Yang memenuhi kriteria kemudian masuk tahap kurasi.

Rangkaian dimulai di Surabaya pada 18 Juni dengan 50 perusahaan, berlanjut ke Makassar pada 16 Juli dengan 45 perusahaan, dan ditutup di Bandung pada 31 Agustus dengan 58 perusahaan. Di tiap kota, peserta mendapat materi tentang proses go public, manfaat berstatus perusahaan terbuka, serta cerita dari perusahaan yang sudah lebih dulu tercatat di bursa, kata Bagus seperti dikutip Bisnis.com.

Kini seluruh peserta dinilai dari tiga sisi: kelayakan, kesiapan bisnis, dan peluang meneruskan persiapan menuju bursa. Yang lolos akan mengikuti Intensive Bootcamp RISE TO IPO, pendampingan bersama praktisi pasar modal untuk membenahi urusan legal, keuangan, tata kelola, dan strategi IPO. Keterangan kementerian yang dikutip ketiga media itu tidak merinci nama perusahaan peserta, sektor usahanya, ataupun berapa yang akan diloloskan.

"Pendampingan ini tidak berhenti pada kegiatan seminar," kata Bagus dalam keterangan yang dikutip Bisnis.com. Ia menyebut kementerian ingin pembinaan berjalan terus sampai perusahaan yang berpotensi benar-benar siap masuk pasar modal. Syaratnya, menurut dia, fondasi usaha, tata kelola, keuangan, dan legalitas perusahaan dirapikan setahap demi setahap.

Mengapa ini penting

Kementerian memosisikan pasar modal sebagai sumber dana alternatif bagi usaha menengah yang hendak berekspansi. Saat meluncurkan RISE To IPO pada 9 Juli 2025, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan tantangan pengusaha menengah tidak hanya modal, tetapi juga akses ke skema pendanaan jangka panjang. Ia menilai usaha menengah yang kuat bisa menjadi pembeli sekaligus pengumpul produk usaha mikro dan kecil dalam rantai pasok, tulis Antara ketika itu. Maman juga meminta kurasi dilakukan ketat: seleksi tidak boleh mengejar jumlah semata, tetapi menimbang kualifikasi, mutu, dan fundamental perusahaan.

Program ini berjalan ketika pencatatan saham baru sedang sepi: mengutip data BEI, Bisnis.com pada 16 September melaporkan baru tujuh emiten tercatat sepanjang 2026, jauh di bawah 21 perusahaan pada periode yang sama tahun lalu. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengaitkan penurunan itu dengan gejolak pasar global dan ketidakpastian geopolitik, yang memengaruhi waktu perusahaan melepas saham ke publik. OJK, kata Hasan, tetap mendahulukan mutu keterbukaan informasi dan kesiapan calon emiten. Bagi peserta RISE TO IPO, kurasi pun baru satu tahap: sesudahnya masih ada bootcamp dan pembinaan lanjutan di IDX Incubator 2027.

Angka kunci

  • 153 perusahaan menengah mengikuti RISE TO IPO 2026 dan kini dikurasi, menurut Kementerian UMKM.
  • 50 perusahaan di Surabaya (18 Juni), 45 di Makassar (16 Juli), dan 58 di Bandung (31 Agustus).
  • 42 perusahaan menengah tercatat di papan akselerasi BEI hingga 2024, menurut data BEI yang dikutip Antara pada Juli 2025.
  • 7 emiten baru tercatat di BEI sepanjang 2026 per laporan Bisnis.com 16 September, dibanding 21 pada periode sama 2025.
  • Rp148,3 triliun dana terhimpun di pasar modal hingga 6 September 2026, dari target OJK Rp250 triliun tahun ini.

Apa selanjutnya

Menurut Bisnis.com, program berjalan berurutan: pendaftaran dan seleksi awal, Go Public Seminar, pendampingan intensif, lalu pembinaan lanjutan. Setelah kurasi, peserta terpilih masuk Intensive Bootcamp. Perusahaan yang menuntaskan pendampingan dan dinilai siap akan diarahkan ke IDX Incubator 2027.

Pola serupa dipakai sejak peluncuran. RISE, akronim dari Reach, Inspire, Support, dan Elevate, dirancang pada 2025 berupa seminar, klinik pendampingan intensif pada September, lalu tawaran masuk IDX Incubator 2026 bagi peserta terpilih, tulis Antara ketika itu. Untuk edisi tahun ini, keterangan kementerian yang dikutip media tidak menyebut jadwal bootcamp, jumlah perusahaan yang akan diloloskan, ataupun target waktu IPO bagi peserta.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.