Kabar18.com

Rabu, 23 September 2026

968 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Tengah, 14 Penerbangan Terganggu

Kementerian Kehutanan mencatat 968 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah pada 20 September 2026. Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut dan mengganggu 14 pergerakan pesawat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampak depan bagian bawah pesawat terbang yang terparkir di landasan berkabut dalam foto hitam putih.
Ilustrasi: Tampak depan bagian bawah pesawat terbang yang terparkir di landasan berkabut dalam foto hitam putih. · Foto: Joerg Mangelsen / Pexels

Palangka Raya — Kementerian Kehutanan mencatat 968 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah pada 20 September 2026. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan mengganggu 14 pergerakan pesawat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Mengapa ini penting: Kabut asap mengganggu 14 pergerakan pesawat di Bandara Tjilik Riwut dan kualitas udara di Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan berada dalam kategori berbahaya pada 22 September 2026.

Data SiPongi yang bersumber dari pemantauan satelit menunjukkan jumlah titik panas itu turun dari 1.035 titik pada hari sebelumnya. Pada 20 September, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut sempat turun hingga sekitar 600 meter.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan gangguan tersebut mencakup tujuh penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan. Data itu disampaikan dalam laporan Kementerian Kehutanan mengenai pengendalian karhutla di sejumlah wilayah prioritas.

Kualitas udara berbahaya

Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan berada dalam kategori berbahaya pada 22 September 2026 pukul 14.00 WIB. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Edward Nixon Pakpahan menyampaikan laporan tersebut dalam konferensi pers daring Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Status itu menunjukkan dampak karhutla masih dirasakan setelah jumlah titik panas di Kalimantan Tengah menurun. Laporan media yang mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut konsentrasi PM2,5 di Palangka Raya mencapai 556,1 pada 20 September hingga pukul 09.00 WIB, yang termasuk kategori berbahaya.

Kementerian Kehutanan menyebut kabut asap masih menjadi tantangan bagi operasi penerbangan dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah. Perubahan jumlah titik panas tidak serta-merta menghilangkan dampak asap terhadap jarak pandang dan kualitas udara.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.