BI Perkuat Insentif Likuiditas untuk Kredit Pencipta Lapangan Kerja
Bank Indonesia menetapkan KLM sebesar 5 persen mulai 1 Desember 2026, dengan insentif kredit maksimal 3 persen dari dana pihak ketiga dan pendalaman pasar uang 2 persen.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia menetapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar 5 persen pada 3 November 2026 untuk memperluas dukungan kredit dan pembiayaan perbankan kepada sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.
Mengapa ini penting: Mulai 1 Desember 2026, bank mendapat insentif KLM hingga 5 persen untuk menyalurkan kredit ke sektor pencipta lapangan kerja dan memperdalam pasar uang.
Kebijakan tersebut disampaikan dalam hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta. Menurut Bank Indonesia, penguatan KLM berlaku efektif pada 1 Desember 2026.
KLM terdiri atas insentif financing channel paling tinggi 3 persen dari dana pihak ketiga. Insentif ini diperluas untuk kredit atau pembiayaan ke sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.
Komponen lainnya adalah insentif pendalaman pasar uang paling tinggi 2 persen. Bank Indonesia memperkuat komponen tersebut untuk mendorong redistribusi likuiditas dan intermediasi perbankan.
Penyesuaian KLM berjalan bersama perubahan giro wajib minimum. Dalam laporan kebijakan moneternya, Bank Indonesia menyebut GWM bank umum konvensional diturunkan bertahap dari 9 persen menjadi 7 persen, sedangkan GWM bank umum syariah dan unit usaha syariah turun dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen.
Tahap pertama penurunan GWM berlaku mulai 1 November 2026, sedangkan tahap berikutnya berlaku pada 1 Desember 2026. Hingga minggu pertama Oktober 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan tercatat Rp458,5 triliun, dengan Rp336,4 triliun melalui financing channel dan Rp122,1 triliun melalui pendalaman pasar uang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Bank Indonesia Soroti Kenaikan Harga Cabai sebagai Tantangan Inflasi
Bank Indonesia menilai kenaikan harga cabai menjadi tantangan pengendalian inflasi. BPS mencatat harga cabai merah dan cabai rawit naik pada pekan kee…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





