Kabar18.com

Rabu, 4 November 2026

BI Perkuat Insentif Likuiditas untuk Kredit Pencipta Lapangan Kerja

Bank Indonesia menetapkan KLM sebesar 5 persen mulai 1 Desember 2026, dengan insentif kredit maksimal 3 persen dari dana pihak ketiga dan pendalaman pasar uang 2 persen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sudut fasad gedung perkantoran modern berpanel putih dan kaca dengan latar belakang langit biru.
Ilustrasi: Sudut fasad gedung perkantoran modern berpanel putih dan kaca dengan latar belakang langit biru. · Foto: Jan van der Wolf / Pexels

Jakarta — Bank Indonesia menetapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar 5 persen pada 3 November 2026 untuk memperluas dukungan kredit dan pembiayaan perbankan kepada sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.

Mengapa ini penting: Mulai 1 Desember 2026, bank mendapat insentif KLM hingga 5 persen untuk menyalurkan kredit ke sektor pencipta lapangan kerja dan memperdalam pasar uang.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta. Menurut Bank Indonesia, penguatan KLM berlaku efektif pada 1 Desember 2026.

KLM terdiri atas insentif financing channel paling tinggi 3 persen dari dana pihak ketiga. Insentif ini diperluas untuk kredit atau pembiayaan ke sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.

Komponen lainnya adalah insentif pendalaman pasar uang paling tinggi 2 persen. Bank Indonesia memperkuat komponen tersebut untuk mendorong redistribusi likuiditas dan intermediasi perbankan.

Penyesuaian KLM berjalan bersama perubahan giro wajib minimum. Dalam laporan kebijakan moneternya, Bank Indonesia menyebut GWM bank umum konvensional diturunkan bertahap dari 9 persen menjadi 7 persen, sedangkan GWM bank umum syariah dan unit usaha syariah turun dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen.

Tahap pertama penurunan GWM berlaku mulai 1 November 2026, sedangkan tahap berikutnya berlaku pada 1 Desember 2026. Hingga minggu pertama Oktober 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan tercatat Rp458,5 triliun, dengan Rp336,4 triliun melalui financing channel dan Rp122,1 triliun melalui pendalaman pasar uang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.