Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Yield SBN Mencapai Level Tertinggi Enam Tahun di Jakarta

Yield SBN tenor 10 tahun sempat mencapai 7,70% pada 28 Oktober 2026, tertinggi sejak 19 Mei 2020, sebelum turun menjadi 7,64% sehari kemudian.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan grafik garis hijau dan histogram pasar keuangan pada layar digital hitam.
Ilustrasi: Tampilan grafik garis hijau dan histogram pasar keuangan pada layar digital hitam. · Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels

Jakarta — Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sempat mencapai 7,70% pada Rabu (28/10/2026), level tertinggi sejak 19 Mei 2020, di tengah tekanan pasar keuangan Indonesia.

Data yang dikutip Katadata dan Kontan menunjukkan yield tersebut kemudian turun menjadi 7,64% pada Kamis (29/10/2026). Meski melandai, imbal hasil SBN masih berada di kisaran tertinggi dalam enam tahun terakhir. Kenaikan yield mencerminkan tekanan pada harga surat utang pemerintah ketika pasar menilai risiko aset rupiah meningkat.

Tekanan pasar juga terlihat pada pergerakan saham dan rupiah. Bank Indonesia (BI) menyebut arus modal asing keluar terjadi di pasar saham, SBN, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menerbitkan dokumen konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.

Yield SBN menjadi indikator tekanan pasar keuangan

Bagi pembaca nasional, perubahan imbal hasil SBN penting karena memengaruhi biaya pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta persepsi investor terhadap aset keuangan Indonesia. Kementerian Keuangan memastikan pembiayaan APBN tetap berjalan sesuai rencana pemerintah meskipun yield SBN tenor 10 tahun meningkat.

Namun, data arus modal menunjukkan gambaran yang beragam. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan aliran modal masuk secara akumulatif mencapai Rp127,7 triliun hingga 23 Oktober 2026 melalui SBN dan SRBI, sementara arus investasi keluar terjadi di pasar saham. Di sisi lain, BI menyatakan arus keluar modal asing juga terpantau dari SBN dan SRBI setelah sentimen MSCI muncul.

Perkembangan berikutnya bergantung pada pergerakan yield, rupiah, saham, dan arus modal asing. Sumber yang dikutip tidak menyebutkan langkah lanjutan spesifik selain pemantauan kondisi pasar dan kepastian bahwa pembiayaan APBN tetap berjalan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.