Yield SBN Mencapai Level Tertinggi Enam Tahun di Jakarta
Yield SBN tenor 10 tahun sempat mencapai 7,70% pada 28 Oktober 2026, tertinggi sejak 19 Mei 2020, sebelum turun menjadi 7,64% sehari kemudian.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sempat mencapai 7,70% pada Rabu (28/10/2026), level tertinggi sejak 19 Mei 2020, di tengah tekanan pasar keuangan Indonesia.
Data yang dikutip Katadata dan Kontan menunjukkan yield tersebut kemudian turun menjadi 7,64% pada Kamis (29/10/2026). Meski melandai, imbal hasil SBN masih berada di kisaran tertinggi dalam enam tahun terakhir. Kenaikan yield mencerminkan tekanan pada harga surat utang pemerintah ketika pasar menilai risiko aset rupiah meningkat.
Tekanan pasar juga terlihat pada pergerakan saham dan rupiah. Bank Indonesia (BI) menyebut arus modal asing keluar terjadi di pasar saham, SBN, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menerbitkan dokumen konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.
Yield SBN menjadi indikator tekanan pasar keuangan
Bagi pembaca nasional, perubahan imbal hasil SBN penting karena memengaruhi biaya pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta persepsi investor terhadap aset keuangan Indonesia. Kementerian Keuangan memastikan pembiayaan APBN tetap berjalan sesuai rencana pemerintah meskipun yield SBN tenor 10 tahun meningkat.
Namun, data arus modal menunjukkan gambaran yang beragam. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan aliran modal masuk secara akumulatif mencapai Rp127,7 triliun hingga 23 Oktober 2026 melalui SBN dan SRBI, sementara arus investasi keluar terjadi di pasar saham. Di sisi lain, BI menyatakan arus keluar modal asing juga terpantau dari SBN dan SRBI setelah sentimen MSCI muncul.
Perkembangan berikutnya bergantung pada pergerakan yield, rupiah, saham, dan arus modal asing. Sumber yang dikutip tidak menyebutkan langkah lanjutan spesifik selain pemantauan kondisi pasar dan kepastian bahwa pembiayaan APBN tetap berjalan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Analisis
OJK Sebut 16 dari 18 Indikator MSCI Terpenuhi di Indonesia
OJK menyatakan Indonesia memenuhi 16 dari 18 indikator MSCI pada peninjauan Juni 2026. MSCI tetap membuka kemungkinan perubahan status pasar hingga st…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





