Demonstrasi dari Prancis Meluas ke Italia dan Belgia
Demonstrasi dari Prancis meluas ke Italia dan Belgia pada 18 Oktober 2026. Aksi dipicu biaya hidup, pendidikan, dan layanan publik, dengan bentrokan terjadi di sejumlah kota.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Paris — Aksi demonstrasi yang bermula di Prancis meluas ke Italia dan Belgia pada 18 Oktober 2026, dengan protes terkait biaya hidup dan persoalan pendidikan berlangsung di sejumlah kota Eropa.
Gelombang aksi tersebut dilaporkan berlangsung secara terpisah dan tidak terkoordinasi. Di Prancis, demonstrasi berpusat di sejumlah kota dan diikuti sekitar 550.000 orang, menurut laporan yang mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. Sebanyak 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka, menurut laporan yang mengutip Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu.
Di Belgia, ratusan orang berkumpul di Brussel. Aksi itu berkaitan dengan biaya hidup dan kenaikan biaya pendaftaran perguruan tinggi. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air setelah sebagian peserta terlibat bentrokan serta dituduh melempar benda dan memicu kebakaran.
Di Italia, demonstrasi berlangsung antara lain di Milan dan Bologna. Aksi yang menentang tingginya biaya hidup berubah menjadi bentrokan. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. Laporan yang mengutip kantor berita Italia LaPresse menyebut sedikitnya dua polisi terluka dan sekitar 50 demonstran ditahan.
Perluasan aksi menambah tekanan pada pemerintah Eropa
Perkembangan ini menunjukkan bahwa keluhan mengenai biaya hidup, upah, hunian, pendidikan, dan layanan publik tidak hanya muncul di Prancis. Bagi pembaca di Indonesia, isu tersebut relevan sebagai gambaran bagaimana tekanan ekonomi dapat berkembang menjadi persoalan politik dan keamanan di beberapa negara sekaligus.
Aksi di Prancis sebelumnya dipicu keluhan pelajar sekolah menengah dan kemudian melibatkan serikat pekerja. Di Italia, aksi di Milan juga berkaitan dengan protes terhadap perang dan kenaikan biaya hidup, sedangkan kelompok pelajar Belgia memprotes biaya pendidikan serta reformasi yang dikhawatirkan membatasi akses ke pendidikan tinggi.
Laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan tertentu setelah rangkaian demonstrasi pada 18 Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Wisata Balikpapan Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap
Aktivitas wisata di Balikpapan tetap berjalan normal meski kabut asap melanda sejumlah wilayah. Disparpora juga menerima rombongan sekitar 20 wisatawa…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga



