Trump Leluconkan Nama Mohammad dalam Kampanye di Georgia
Donald Trump melontarkan lelucon tentang nama Mohammad saat kampanye kandidat Partai Republik di Dalton, Georgia. Massa merespons dingin dan kelompok advokasi Muslim mengkritiknya.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Dalton — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan lelucon tentang nama Mohammad saat pidato kampanye kandidat Partai Republik di Dalton, Georgia, pada Jumat (16/10), menjelang pemilihan umum sela 3 November.
Trump menyampaikan lelucon itu ketika membahas kepresidenan Iran dalam rapat umum di hanggar Bandara Kota Dalton. Ia mengatakan nama Mohammad dapat digunakan ketika seseorang tidak yakin dengan nama orang dari Timur Tengah, dengan peluang sekitar 65 persen untuk benar. Trump kemudian berpura-pura bertanya kepada beberapa orang bernama Mohammad apakah mereka ingin menjadi presiden Iran.
Hadirin memberikan reaksi dingin terhadap lelucon tersebut. Pernyataan itu juga menuai kritik dari aktivis hak asasi manusia dan kelompok advokasi Muslim yang berulang kali menilai retorika Trump merendahkan atau mengejek umat Muslim, imigran, dan kelompok minoritas etnis.
Mengapa pernyataan Trump penting bagi pembaca Indonesia
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana pernyataan politik dalam kampanye Amerika Serikat dapat memengaruhi perdebatan tentang perlakuan terhadap komunitas Muslim dan kelompok minoritas. Bagi pembaca Indonesia, isu tersebut relevan karena menyangkut penggunaan identitas agama dan etnis dalam komunikasi politik negara yang memiliki pengaruh besar terhadap isu internasional.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat berkampanye untuk kandidat Partai Republik menjelang pemilihan umum sela. Dalam pidatonya, ia juga mengejek kepemimpinan Iran dan menyebut Iran sebagai negara yang tidak memiliki orang yang ingin menjadi presiden, sebelum mengaitkan lelucon tersebut dengan nama Mohammad.
Sejumlah laporan menyebut Mohammad sebagai salah satu nama laki-laki yang umum di kalangan umat Muslim. Kritik terhadap retorika Trump, menurut laporan tersebut, mencakup pernyataan yang dianggap menyudutkan Muslim, imigran, dan kelompok minoritas etnis. Tidak ada laporan yang menyebut langkah lanjutan resmi setelah pidato itu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Pertimbangkan Sanksi Dilonggarkan, Brent Turun di Beijing
Harga minyak mentah Brent turun menjadi US$104,67 per barel pada 15 Oktober 2026 setelah Amerika Serikat mempertimbangkan pelonggaran sanksi kapal arm…
Terbaru di Internasional

Baca juga




