Kabar18.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

Ketegangan Timur Tengah Mengerek Harga Minyak Dunia

Harga Brent dan WTI naik pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, ketika ketegangan Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan minyak melalui jalur pelayaran meningkat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Siluet kawasan industri kilang dengan kepulan asap saat matahari terbenam di dekat perairan.
Ilustrasi: Siluet kawasan industri kilang dengan kepulan asap saat matahari terbenam di dekat perairan. · Foto: Satheesh Cholakkal / Pexels

Jakarta — Harga minyak global menguat pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, karena investor mempertimbangkan risiko ketegangan yang berlanjut di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent ditutup pada US$109,86 per barel, naik 3,72 persen. Minyak jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) juga meningkat 3,51 persen menjadi US$101,41 per barel.

Kenaikan tersebut berlangsung ketika konflik antara Arab Saudi dan Houthi Yaman meningkat, disertai serangan terhadap kapal-kapal di kawasan. Serangan di sekitar jalur air meningkat dalam 10 hari terakhir. Iran menyatakan peningkatan serangan merupakan respons terhadap blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhannya dan sanksi yang lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.

Harga minyak pada Jumat sempat melemah, tetapi tetap menuju kenaikan mingguan karena ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah dan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan. Risiko aliran minyak melalui Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar.

Kenaikan harga minyak menambah risiko biaya energi Indonesia

Pergerakan harga minyak global perlu diperhatikan pembaca di Indonesia karena perubahan harga energi dunia dapat memengaruhi biaya impor dan tekanan inflasi. Dampaknya terhadap Indonesia bergantung pada keberlanjutan kenaikan harga, kondisi pasokan, serta perkembangan ketegangan di kawasan penghasil dan jalur pengiriman minyak.

Houthi menembakkan rudal ke kompleks istana presiden di Aden, Yaman, dan dua penjaga tewas. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman juga merinci puluhan serangan terhadap infrastruktur Saudi dalam konflik yang semakin meningkat.

Ketidakpastian di Timur Tengah dan kekhawatiran atas keberlanjutan arus minyak melalui Selat Hormuz mendorong pasar memasukkan premi risiko yang signifikan. Harga dapat kembali terpengaruh apabila serangan terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi berlanjut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.