Ketegangan Timur Tengah Mengerek Harga Minyak Dunia
Harga Brent dan WTI naik pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, ketika ketegangan Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan minyak melalui jalur pelayaran meningkat.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Harga minyak global menguat pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, karena investor mempertimbangkan risiko ketegangan yang berlanjut di Timur Tengah.
Minyak mentah Brent ditutup pada US$109,86 per barel, naik 3,72 persen. Minyak jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) juga meningkat 3,51 persen menjadi US$101,41 per barel.
Kenaikan tersebut berlangsung ketika konflik antara Arab Saudi dan Houthi Yaman meningkat, disertai serangan terhadap kapal-kapal di kawasan. Serangan di sekitar jalur air meningkat dalam 10 hari terakhir. Iran menyatakan peningkatan serangan merupakan respons terhadap blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhannya dan sanksi yang lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.
Harga minyak pada Jumat sempat melemah, tetapi tetap menuju kenaikan mingguan karena ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah dan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan. Risiko aliran minyak melalui Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar.
Kenaikan harga minyak menambah risiko biaya energi Indonesia
Pergerakan harga minyak global perlu diperhatikan pembaca di Indonesia karena perubahan harga energi dunia dapat memengaruhi biaya impor dan tekanan inflasi. Dampaknya terhadap Indonesia bergantung pada keberlanjutan kenaikan harga, kondisi pasokan, serta perkembangan ketegangan di kawasan penghasil dan jalur pengiriman minyak.
Houthi menembakkan rudal ke kompleks istana presiden di Aden, Yaman, dan dua penjaga tewas. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman juga merinci puluhan serangan terhadap infrastruktur Saudi dalam konflik yang semakin meningkat.
Ketidakpastian di Timur Tengah dan kekhawatiran atas keberlanjutan arus minyak melalui Selat Hormuz mendorong pasar memasukkan premi risiko yang signifikan. Harga dapat kembali terpengaruh apabila serangan terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi berlanjut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Konflik Timur Tengah Tahan Harga Brent di Atas US$100
Brent tercatat US$105,52 per barel pada 13 Oktober 2026 setelah serangan terhadap bandara di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi Ti…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga



