Kabar18.com

Minggu, 18 Oktober 2026

Serangan di Selat Hormuz Mendorong Kenaikan Harga Minyak Global

Harga minyak mentah naik pada 17 Oktober 2026 setelah serangan terhadap pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz memperbesar kekhawatiran atas pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sejumlah kapal kargo dan tanker melintas di laut lepas dengan ombak berbusa di latar depan.
Ilustrasi: Sejumlah kapal kargo dan tanker melintas di laut lepas dengan ombak berbusa di latar depan. · Foto: Diego Girón / Pexels

Selat Hormuz — Harga minyak mentah naik pada 17 Oktober 2026 di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah dan meningkatnya serangan terhadap kapal di Teluk serta Selat Hormuz.

Mengapa ini penting: Serangan di jalur yang sebelumnya membawa sekitar 20 persen pengiriman minyak dan bahan bakar dunia meningkatkan risiko pasokan serta biaya pengangkutan global.

Brent berjangka naik US$2,28 atau 2,28 persen menjadi US$102,28 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,66 atau 1,88 persen menjadi US$89,94 per barel pada 04.27 GMT, menurut laporan The Daily Star yang mengutip data pasar.

Ancaman terhadap pelayaran meningkat ketika konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran memasuki bulan kedelapan. Selat Hormuz sebelumnya membawa sekitar 20 persen pengiriman minyak dan bahan bakar dunia, sehingga serangan terhadap kapal tanker menambah risiko pasokan dan biaya pengangkutan.

United Kingdom Maritime Trade Operations mengatakan sebuah kapal tanker di utara Qatar terkena beberapa proyektil dalam serangan terbaru. Laporan itu menyebut serangan terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz mencapai tingkat tertinggi dalam sepekan pada pekan sebelumnya sejak perang Iran dimulai.

Laporan Arab News pada 17 Oktober menyebut harga minyak sebelumnya turun lebih dari 1 persen ketika investor menimbang risiko gangguan pasokan dan langkah Amerika Serikat untuk menekan biaya pengiriman minyak. Pergerakan harga menunjukkan pasar masih merespons perkembangan keamanan pelayaran dan prospek pasokan.

Menurut The Daily Star, ekspor minyak dari negara-negara Teluk tetap berlangsung, tetapi dengan risiko lebih besar terhadap kargo dan awak kapal. Perkembangan itu membuat gangguan di jalur pelayaran utama menjadi faktor penting bagi pasar energi global.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.