Serangan di Selat Hormuz Mendorong Kenaikan Harga Minyak Global
Harga minyak mentah naik pada 17 Oktober 2026 setelah serangan terhadap pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz memperbesar kekhawatiran atas pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Selat Hormuz — Harga minyak mentah naik pada 17 Oktober 2026 di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah dan meningkatnya serangan terhadap kapal di Teluk serta Selat Hormuz.
Mengapa ini penting: Serangan di jalur yang sebelumnya membawa sekitar 20 persen pengiriman minyak dan bahan bakar dunia meningkatkan risiko pasokan serta biaya pengangkutan global.
Brent berjangka naik US$2,28 atau 2,28 persen menjadi US$102,28 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,66 atau 1,88 persen menjadi US$89,94 per barel pada 04.27 GMT, menurut laporan The Daily Star yang mengutip data pasar.
Ancaman terhadap pelayaran meningkat ketika konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran memasuki bulan kedelapan. Selat Hormuz sebelumnya membawa sekitar 20 persen pengiriman minyak dan bahan bakar dunia, sehingga serangan terhadap kapal tanker menambah risiko pasokan dan biaya pengangkutan.
United Kingdom Maritime Trade Operations mengatakan sebuah kapal tanker di utara Qatar terkena beberapa proyektil dalam serangan terbaru. Laporan itu menyebut serangan terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz mencapai tingkat tertinggi dalam sepekan pada pekan sebelumnya sejak perang Iran dimulai.
Laporan Arab News pada 17 Oktober menyebut harga minyak sebelumnya turun lebih dari 1 persen ketika investor menimbang risiko gangguan pasokan dan langkah Amerika Serikat untuk menekan biaya pengiriman minyak. Pergerakan harga menunjukkan pasar masih merespons perkembangan keamanan pelayaran dan prospek pasokan.
Menurut The Daily Star, ekspor minyak dari negara-negara Teluk tetap berlangsung, tetapi dengan risiko lebih besar terhadap kargo dan awak kapal. Perkembangan itu membuat gangguan di jalur pelayaran utama menjadi faktor penting bagi pasar energi global.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Prabowo dan El-Sisi Serukan Diplomasi untuk Redakan Konflik Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi bertemu di Jakarta pada 11 Oktober 2026 dan menyerukan dialog, diplomasi, deeskalasi…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga





