Di Toronto, Airlangga Pelajari Cara Kanada Bangun Pusat Data AI: Energi, Data, dan Kepercayaan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengikuti sesi strategi AI Kanada di sela Canada Investment Summit 2026 di Toronto. Bahasannya: kepercayaan publik, peluang investasi, serta kedaulatan data dan komputasi.
Oleh Kevin Mikael Januar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Toronto — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempelajari cara Kanada membangun pusat data dan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) dalam sebuah sesi makan siang di sela Canada Investment Summit 2026 di Toronto. Sesi itu bertajuk Scaling Canada's AI and Technology Ecosystem; kementeriannya merilis keterangan tentangnya di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Sesi tersebut dipandu Evan Solomon, yang oleh Tribunnews dan TVRI News disebut Menteri AI dan Ekonomi Digital Kanada. Laman resmi Perdana Menteri Kanada menuliskan jabatannya sebagai Minister of Artificial Intelligence and Digital Innovation, atau menteri kecerdasan artifisial dan inovasi digital. Pembahasan berpusat pada tiga pilar strategi AI negara itu: kepercayaan publik (trust), peluang (opportunity), dan kedaulatan (sovereign control).
Untuk pusat data, Kanada menyusun kerangka kerja yang menimbang pelestarian lingkungan, investasi bagi warga di sekitar lokasi, dan kedaulatan data. Menurut keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dikutip Antara, kerangka itu sudah dipakai para hyperscaler — sebutan bagi perusahaan komputasi awan berskala raksasa — utama dunia.
Negara itu juga bertumpu pada pasokan energi bersih dan gas alam yang harganya relatif murah. Modal tersebut menopang pusat data berkapasitas besar di tiga provinsi: Alberta, Ontario, dan Saskatchewan. Dari sisi swasta, forum menyinggung dana modal ventura OpenText yang diarahkan untuk menumbuhkan ekosistem AI lokal.
Airlangga menilai pendekatan Kanada “relevan bagi Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan kesiapan energi dan kepercayaan publik”. Dua hal itu ia sebut landasan bagi ekosistem AI dan pusat data nasional. Ia menambahkan, infrastruktur AI tidak cukup dibangun dengan teknologi dan modal; pasokan energi, tata kelola data, dan kepercayaan masyarakat sama menentukannya.
Ada selisih tanggal di antara pemberitaan. Antara dan Tribunnews menulis sesi berlangsung Kamis, 17 September, sedangkan Koran Jakarta, yang memuat naskah Antara, mencantumkan Selasa, 15 September. TVRI News menurunkan laporannya pada Sabtu, 19 September.
Mengapa ini penting
Airlangga mengaitkan kunjungan ini dengan agenda pengembangan ekosistem digital dan pusat data nasional. Ia menyebut kehadiran Indonesia di forum ini sebagai cara memperluas wawasan tentang arah kebijakan AI global sekaligus mempertebal basis pengetahuan untuk pekerjaan tersebut. Tiga hal yang ia garis bawahi menyentuh kepentingan publik: pasokan listrik, kendali atas data, dan kepercayaan masyarakat.
Sesi AI itu bagian dari kunjungan ekonomi yang lebih luas. Tribunnews melaporkan Airlangga bertemu Perdana Menteri Mark Carney di Toronto pada Selasa, 15 September, membahas perdagangan, investasi, energi, pangan, dan mineral kritis, termasuk pelaksanaan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Perjanjian itu diumumkan di Ottawa pada 24 September 2025, saat Perdana Menteri Carney menerima Presiden Prabowo Subianto. Kantor Perdana Menteri Kanada menyebutnya perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara ASEAN dan menargetkan pemberlakuannya pada 2026.
Angka kunci
- 500 juta dolar AS — dana ekuitas penopang adopsi AI Kanada menurut keterangan Kemenko Perekonomian. Ringkasan strategi oleh firma hukum Baker McKenzie mencatat Canadian Tech Growth Fund senilai 500 juta dolar Kanada, yang memberi ruang bagi pemerintah mengambil saham di perusahaan AI yang menjanjikan.
- Empat sektor sasaran adopsi: kesehatan, pendidikan, sumber daya alam, dan pertahanan, menurut Antara dan Tribunnews. TVRI News hanya menyebut tiga, tanpa sumber daya alam.
- Dari sedikit di atas 12 persen ke 60 persen — target tingkat adopsi AI Kanada pada 2034 dalam strategi AI for All, yang diluncurkan di Toronto pada 4 Juni 2026.
- 250.000 lapangan kerja baru terkait AI dalam lima tahun, dengan sasaran tambahan pertumbuhan ekonomi 200 miliar dolar Kanada.
Apa selanjutnya
Keterangan resmi tidak menyebut kesepakatan atau komitmen investasi AI maupun pusat data dari sesi itu; tindak lanjut yang disebut sumber berada di jalur bilateral. Menurut Tribunnews dan Antara, Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, yang hadir dalam pertemuan, akan berkoordinasi dengan otoritas Kanada di Ottawa guna meneruskan hasil pertemuan Airlangga dan Carney.
Kedua negara sudah merampungkan ratifikasi ICA-CEPA dan mendorong perjanjian itu segera berlaku efektif; Antara menulis Airlangga berharap itu terwujud pada akhir tahun. Tahun depan, 2027, hubungan diplomatik Indonesia–Kanada genap 75 tahun.
Sumber
- ANTARA — Menko Airlangga pelajari strategi Kanada kembangkan pusat data AI (17 September 2026)
- Tribunnews — Menko Airlangga bahas strategi AI dan ekonomi digital di Canada Investment Summit 2026 (17 September 2026)
- ANTARA — RI dan Kanada jajaki investasi mineral kritis hingga energi nuklir (17 September 2026)
- TVRI News — Indonesia pelajari ekosistem AI Kanada di Toronto (19 September 2026)
- Koran Jakarta — Airlangga pelajari strategi Kanada bangun pusat data AI (17 September 2026)
- Kantor Perdana Menteri Kanada — Peluncuran strategi nasional AI for All (4 Juni 2026)
- Baker McKenzie — Ringkasan strategi AI nasional Kanada yang diperbarui (Juni 2026)
- Kantor Perdana Menteri Kanada — Pengumuman perjanjian dagang Kanada–Indonesia (24 September 2025)
Berita berikutnya
Nezar: Peta Jalan AI Nasional Sengaja Berjangka Pendek, AI Talent Factory Segera ke ITS
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital menjelaskan mengapa peta jalan AI 2026–2029 tidak dipatok sepuluh tahun. Program pencetak pengembang AI di kampus…
Baca juga




