Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Forum ASEAN Bahas Perlindungan Karya Jurnalistik di Bali

Forum ASEAN di Badung, Bali, pada 9–11 Oktober 2026 membahas pelindungan karya jurnalistik, hak penerbit pers, dan penggunaan konten oleh platform digital serta kecerdasan buatan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kamera digital dan lensa tergeletak di atas meja kayu bersama kamera lawas.
Ilustrasi: Kamera digital dan lensa tergeletak di atas meja kayu bersama kamera lawas. · Foto: Wallace Chuck / Pexels

Badung — Kementerian Hukum dan Dewan Pers menggelar ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era di Badung, Bali, pada 9–11 Oktober 2026. Forum ini membahas pelindungan karya jurnalistik dalam rezim hak cipta di tengah perkembangan teknologi digital.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan perkembangan teknologi perlu berjalan bersama pelindungan hak cipta dan penghargaan yang adil bagi karya jurnalistik. Ia menekankan jurnalis serta organisasi media membutuhkan kepastian hukum dan manfaat ekonomi yang layak dari karya yang dihasilkan.

Forum tersebut diikuti 45 peserta. Pesertanya terdiri atas perwakilan dewan pers dan pemimpin redaksi media dari Indonesia serta sejumlah negara ASEAN, akademisi, dan pakar hukum kekayaan intelektual. Kegiatan berlangsung di The Patra Hotel, Bali.

Pelindungan karya jurnalistik membutuhkan kerja sama regional

Forum membahas tantangan penggunaan karya jurnalistik oleh platform digital dan kecerdasan buatan, termasuk praktik agregasi, crawling, dan scraping tanpa izin atau kompensasi yang memadai bagi penerbit pers. Peserta juga membicarakan hak terkait bagi penerbit pers, mekanisme lisensi, serta pembagian royalti yang adil.

Indonesia mendorong kerja sama regional melalui transparansi penggunaan karya, remunerasi yang adil dan proporsional, serta interoperabilitas data dan sistem pengelolaan hak lintas negara. Pembahasan juga mencakup praktik penegakan hukum terbaik dan batas antara fakta yang tidak dilindungi serta ekspresi jurnalistik yang memiliki hak cipta.

Forum ini menjadi ruang bagi negara-negara ASEAN, regulator, pelaku industri media, akademisi, dan pakar hukum untuk menyusun pemahaman bersama serta pilihan kebijakan menghadapi perubahan ekosistem media digital.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.