Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Hipertensi Terdeteksi pada 8,2 Persen Peserta Cek Kesehatan Gratis

Wakil Menteri Kesehatan menyebut hipertensi terdeteksi pada 8,2 persen peserta Cek Kesehatan Gratis hingga 6 November 2026. Program itu kini memasukkan pengobatan bagi peserta yang terdiagnosis.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Manset alat pengukur tekanan darah berwarna biru di atas permukaan putih.
Ilustrasi: Manset alat pengukur tekanan darah berwarna biru di atas permukaan putih. · Foto: cottonbro studio / Pexels

Denpasar — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyatakan hipertensi terdeteksi pada 8,2 persen peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 6 November 2026. Ia menyampaikan data itu di Denpasar, Bali, pada Jumat, 6 November 2026.

Mengapa ini penting: Peserta Cek Kesehatan Gratis yang terdiagnosis hipertensi dapat masuk tahap pengobatan, termasuk akses obat gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi medis.

Menurut Benjamin, jumlah peserta CKG telah mencapai 115 juta orang hingga tanggal tersebut. Hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan itu.

Data pemerintah menunjukkan program tersebut tidak lagi berhenti pada skrining. Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan menyebut CKG mulai memasuki tahap tatalaksana atau pengobatan bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat mengikuti CKG secara rutin setiap tahun. Pemeriksaan ditujukan untuk menemukan penyakit atau faktor risiko sebelum menimbulkan komplikasi.

Pada 2026, tindak lanjut CKG difokuskan pada hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Obat untuk hipertensi, diabetes, dan kolesterol dapat diberikan gratis hingga 15 hari pertama sesuai indikasi medis, sebelum pengobatan dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional.

Pengobatan menjadi tahap lanjutan

Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas menyatakan pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen penderita hipertensi dan diabetes menjalani pengobatan rutin pada 2026. Dari kelompok yang menjalani pengobatan itu, pemerintah menargetkan separuhnya mencapai kondisi terkendali.

Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta orang telah mengikuti CKG, menurut laman Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas. Pemerintah kemudian mencatat capaian lebih dari 100 juta peserta pada perkembangan berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.