Kabar18.com

Jumat, 23 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Risiko Pasar Indonesia Turun Status

Investor meminta MSCI menjelaskan risiko perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Konsultasi berlangsung hingga akhir April 2027 dan keputusan dijadwalkan pada Juni 2027.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Sejumlah investor mendesak Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjelaskan risiko penurunan status pasar modal Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market) pada 23 Oktober 2026.

Desakan itu muncul dalam pertemuan yang digelar UBS Group AG pada 20 Oktober 2026. Para investor mempertanyakan perlunya langkah tersebut serta peluang Indonesia mempertahankan statusnya sebagai pasar negara berkembang.

MSCI menyatakan pada 15 Oktober masih terdapat kekhawatiran signifikan terkait dugaan praktik perdagangan terkoordinasi dan belum adanya bukti penegakan aturan yang berarti. Lembaga penyusun indeks itu tidak merinci jumlah kasus, sanksi, atau periode perdagangan bersih yang diperlukan untuk menyelesaikan evaluasi.

Risiko status pasar bagi investor Indonesia

Penurunan menjadi standalone market dapat mengeluarkan saham Indonesia dari produk indeks MSCI untuk pasar negara berkembang dan pasar terdepan (frontier market). Produk tersebut menjadi acuan bagi dana pasif dan pengelola investasi lainnya, sehingga perubahan klasifikasi berpotensi memengaruhi arus dana asing.

Reuters melaporkan MSCI menilai penurunan hanya ke status frontier market tidak akan mencerminkan tingkat persoalan yang dihadapi pasar Indonesia. MSCI menyebut kekhawatiran terkait fungsi pasar, tata kelola, aksesibilitas, ukuran, dan likuiditas.

Indonesia masih memiliki waktu hingga akhir April 2027, ketika konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi berakhir, untuk menunjukkan bahwa reformasi yang dilakukan menghasilkan perbaikan berkelanjutan. MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Juni 2027.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.