El Niño Ancam Pasokan Pangan di Sulampua hingga 2027
Bank Indonesia memperingatkan El Niño hingga awal 2027 dapat mengganggu pasokan beras, cabai, dan bawang merah. Sulampua mencatat inflasi volatile food 8%, sementara Kalimantan 7,2%.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia (BI) mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan di Indonesia pada 22 Oktober 2026. Fenomena itu diperkirakan berlanjut hingga awal 2027 dan berpotensi mengganggu produksi serta pasokan beras, cabai, dan bawang merah.
Perhatian diarahkan ke Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dan Sumatra. Data yang dikutip CNBC Indonesia mencatat inflasi volatile food di Sulampua sebesar 8%, sedangkan di Kalimantan 7,2%. Laporan lain mengenai pernyataan BI pada 21 Oktober 2026 mencatat angka yang lebih rinci, yakni 8,63% di Sulampua dan 7,62% di Kalimantan.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyatakan cuaca kering berkepanjangan dapat menekan ketersediaan komoditas pangan. Risiko tersebut terutama berkaitan dengan beras, cabai, dan bawang merah, sehingga pasokan di wilayah yang mengalami kekurangan perlu dijaga.
Tekanan pangan berpotensi meluas ke daerah konsumen
Perubahan produksi atau distribusi di sentra pangan dapat memengaruhi harga di daerah lain. Karena itu, BI mendorong penguatan kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi, operasi pasar, dan gerakan pasar murah untuk mempercepat penyaluran pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit.
Langkah pengamanan pasokan menjadi konteks utama bagi pembaca di berbagai daerah, khususnya wilayah yang disebut dalam laporan. Gangguan pada beras, cabai, dan bawang merah dapat langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga serta tekanan inflasi pangan.
BI juga menempatkan Sulampua, Balinusra, dan Sumatra sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi potensi dampak El Niño. Upaya distribusi dan pengendalian harga menjadi tindakan jangka pendek yang disebutkan dalam laporan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Menguat 0,94 Persen ke Level 5.328,36
IHSG ditutup naik 49,47 poin atau 0,94 persen ke level 5.328,36 di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026. BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen.
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




