Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

El Niño Ancam Pasokan Pangan di Sulampua hingga 2027

Bank Indonesia memperingatkan El Niño hingga awal 2027 dapat mengganggu pasokan beras, cabai, dan bawang merah. Sulampua mencatat inflasi volatile food 8%, sementara Kalimantan 7,2%.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Hamparan tanah kering yang pecah-pecah dan retak akibat kekeringan.
Ilustrasi: Hamparan tanah kering yang pecah-pecah dan retak akibat kekeringan. · Foto: Feyza Daştan / Pexels

Jakarta — Bank Indonesia (BI) mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan di Indonesia pada 22 Oktober 2026. Fenomena itu diperkirakan berlanjut hingga awal 2027 dan berpotensi mengganggu produksi serta pasokan beras, cabai, dan bawang merah.

Perhatian diarahkan ke Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dan Sumatra. Data yang dikutip CNBC Indonesia mencatat inflasi volatile food di Sulampua sebesar 8%, sedangkan di Kalimantan 7,2%. Laporan lain mengenai pernyataan BI pada 21 Oktober 2026 mencatat angka yang lebih rinci, yakni 8,63% di Sulampua dan 7,62% di Kalimantan.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyatakan cuaca kering berkepanjangan dapat menekan ketersediaan komoditas pangan. Risiko tersebut terutama berkaitan dengan beras, cabai, dan bawang merah, sehingga pasokan di wilayah yang mengalami kekurangan perlu dijaga.

Tekanan pangan berpotensi meluas ke daerah konsumen

Perubahan produksi atau distribusi di sentra pangan dapat memengaruhi harga di daerah lain. Karena itu, BI mendorong penguatan kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi, operasi pasar, dan gerakan pasar murah untuk mempercepat penyaluran pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit.

Langkah pengamanan pasokan menjadi konteks utama bagi pembaca di berbagai daerah, khususnya wilayah yang disebut dalam laporan. Gangguan pada beras, cabai, dan bawang merah dapat langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga serta tekanan inflasi pangan.

BI juga menempatkan Sulampua, Balinusra, dan Sumatra sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi potensi dampak El Niño. Upaya distribusi dan pengendalian harga menjadi tindakan jangka pendek yang disebutkan dalam laporan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    IHSG Menguat 0,94 Persen ke Level 5.328,36

    Ekonomi & Keuangan

    IHSG Menguat 0,94 Persen ke Level 5.328,36

    IHSG ditutup naik 49,47 poin atau 0,94 persen ke level 5.328,36 di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026. BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen.

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.