Indonesia Jadi Pendiri Organisasi AI Global di Shanghai
Indonesia menjadi salah satu pendiri WAICO bersama perwakilan dari 30 negara di Shanghai. Organisasi ini diarahkan memperkuat tata kelola AI global yang aman, beretika, dan berpusat pada manusia.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Shanghai — Indonesia resmi menjadi salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) bersama perwakilan dari 30 negara dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, pada 22 Oktober 2026.
Informasi tersebut disampaikan dalam laporan mengenai penguatan kerja sama global dan digitalisasi pemerintah. WAICO diarahkan menjadi wadah tata kelola kecerdasan artifisial global yang aman, beretika, inklusif, dan berpusat pada kedaulatan manusia.
Keikutsertaan Indonesia menempatkan pemerintah dalam pembahasan internasional mengenai arah pengembangan dan pengaturan kecerdasan artifisial. Kerja sama itu juga berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tinggi sebagai mesin pertumbuhan baru dan penguatan kepemimpinan digital Indonesia.
WAICO membuka ruang Indonesia dalam tata kelola AI global
Bagi pembaca di Indonesia, pendirian WAICO relevan karena keputusan mengenai keamanan, etika, akses teknologi, dan manfaat kecerdasan artifisial akan memengaruhi kebijakan nasional serta pengembangan ekonomi digital. Keterlibatan sebagai pendiri memberi Indonesia ruang untuk menyampaikan kepentingan nasional dalam kerja sama antarnegara.
Laporan RRI menyebut Indonesia menjadi anggota pendiri WAICO dan bahwa penandatanganan deklarasi dilakukan dalam rangkaian WAIC 2026 di Shanghai. Laporan itu juga menyatakan WAICO dibangun dengan prinsip inklusif, aman, tepercaya, dan berpusat pada manusia.
Berita lain menyebut pembentukan organisasi tersebut dilakukan bersama negara-negara dari berbagai kawasan. Fokusnya mencakup kerja sama internasional dan tata kelola AI agar teknologi itu berkembang secara aman serta memberi manfaat yang lebih luas.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Teknologi
Komdigi Perkuat Ekosistem Teknologi untuk Kedaulatan AI Indonesia
Komdigi menilai kapasitas pusat data saja belum cukup untuk membangun kedaulatan AI. Pemerintah menyiapkan ekosistem yang mencakup komputasi, data, ke…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





