BI Pertahankan BI-Rate, IHSG Menguat di Jakarta
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen dan menaikkan deposit facility 25 basis poin pada 22 Oktober 2026. IHSG ditutup menguat 1,12 persen ke 5.387,90 di tengah perhatian pasar pada MSCI.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen pada 22 Oktober 2026, sementara suku bunga deposit facility naik 25 basis poin dan Indeks Harga Saham Gabungan menguat 1,12 persen ke level 5.387,90.
Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia periode Oktober 2026. Suku bunga deposit facility naik menjadi 5,00 persen, sedangkan lending facility tetap 6,50 persen. Kebijakan itu disampaikan ketika pelaku pasar mencermati tekanan terhadap rupiah dan arah klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG ditutup melonjak 1,12 persen menjadi 5.387,90 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Penguatan tersebut berlangsung setelah pasar merespons keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan selama empat bulan berturut-turut.
Keputusan BI menjadi perhatian karena memengaruhi rupiah dan IHSG
Penyesuaian deposit facility ditujukan untuk mendukung stabilitas rupiah. Di pasar saham, sentimen dari kebijakan moneter memberi ruang bagi penguatan IHSG, tetapi ketidakpastian terkait rencana reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI masih menjadi risiko bagi kepercayaan investor dan arus modal asing.
IHSG sebelumnya menguat 0,94 persen atau 49,47 poin ke level 5.328,36 pada perdagangan 21 Oktober 2026. Pelaku pasar mencermati tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS serta pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai arah kebijakan ekonomi dan investasi.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons investor terhadap kebijakan Bank Indonesia, kondisi rupiah, dan kejelasan status reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Dibuka Turun 1,52 Persen ke Level 5.247 di Jakarta
IHSG dibuka turun 80,75 poin atau 1,52 persen ke level 5.247 di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sebanyak 535 saham terkoreksi, sementara 75 saham…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




