Iran Klaim AS Siapkan Serangan Baru, Ancam Balas Keras
Komando Pusat Khatam al-Anbiya di Iran menyatakan telah menerima informasi intelijen bahwa Amerika Serikat dan sekutu kawasan menyiapkan serangan baru terhadap Republik Islam Iran.
Oleh Kevin Mikael Januar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Teheran, Iran — Militer Iran memperingatkan akan membalas keras jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran, setelah markas besar Komando Pusat Khatam al-Anbiya mengklaim menerima informasi intelijen bahwa Washington dan sekutu regionalnya menyiapkan serangan baru.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah Iran yang dikutip sejumlah media internasional, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, Amerika Serikat kembali memutuskan untuk melanjutkan tindakan terhadap Iran dengan dukungan beberapa negara kawasan dalam sebuah pertemuan di salah satu negara Eropa.
Dalam pernyataan itu, komando pusat tersebut menegaskan bahwa Iran akan melakukan pembalasan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan lokasi penempatan pasukannya di kawasan jika Washington melakukan serangan baru. Negara-negara regional yang ikut mendukung operasi tersebut juga diperingatkan akan dianggap terlibat dan tidak lagi dapat mengharapkan sikap menahan diri dari angkatan bersenjata Iran.
Peringatan Khatam al-Anbiya muncul di tengah eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran selama beberapa pekan terakhir, termasuk saling serang terhadap kapal dan instalasi energi di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz. Kawasan ini menjadi jalur vital ekspor minyak dan gas dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi mendorong kenaikan harga energi global.
Sejumlah pernyataan keras dari pejabat Iran sebelumnya menegaskan bahwa serangan lebih lanjut dari Amerika Serikat akan dibalas dengan operasi yang lebih besar dan menyasar kepentingan energi dan pangkalan militer Amerika di kawasan. Ancaman itu disampaikan di tengah serangkaian serangan udara dan serangan balasan yang telah memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik lebih luas.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali mengeluarkan ancaman terbuka bahwa Iran akan menghadapi serangan yang jauh lebih dahsyat jika tetap melakukan serangan balasan. Dalam beberapa pernyataan yang dikutip media internasional, Trump menyebut bahwa jika Iran kembali menyerang, Amerika Serikat akan merespons pada level yang lebih tinggi dan memperingatkan bahwa sangat sedikit yang akan tersisa dari Republik Islam Iran jika konfrontasi berlanjut.
Reuters melaporkan bahwa ancaman saling balas antara kedua negara telah meningkatkan kecemasan pasar energi dan menambah tekanan terhadap jalur pelayaran di Teluk. Iran sebelumnya juga menyampaikan bahwa jika eskalasi berlanjut dan tekanan ekonomi terus meningkat, ekspor minyak melalui Selat Hormuz dapat terhenti sama sekali.
Dalam konteks regional, Khatam al-Anbiya memperingatkan negara-negara kawasan yang memberi “lampu hijau” terhadap rencana serangan Amerika Serikat bahwa mereka akan dianggap turut bertanggung jawab atas setiap agresi terhadap Iran. Menurut pernyataan yang dikutip media Iran, kebijakan ganda negara-negara tersebut terhadap Teheran disebut tidak lagi dapat diterima oleh angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan terbaru militer Iran menambah rangkaian sinyal bahwa Teheran siap meningkatkan eskalasi jika tekanan militer dan ekonomi Amerika Serikat berlanjut. Sejumlah analis yang dikutip media internasional menilai bahwa ancaman terhadap jalur energi dan pangkalan militer di kawasan menempatkan Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai titik rawan yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global.
Sumber
- Metrotvnews.com - Iran Klaim AS Akan Lancarkan Serangan Baru, Teheran Siapkan Balasan
- Republika.co.id - Iran Terima Info AS Siapkan Serangan Terbaru Usai Dapat Lampu Hijau Beberapa Negara Arab
- Reuters - Iran warns against new escalation by US and allies
- Ahram Online (Al-Ahram) - Iran threatens greater force if US launches more attacks
- CNN Indonesia - Dapat Info AS Siap Gempur Lagi, Iran Bersumpah Balas Tanpa Ampun
- Tempo (English) - Iran: Hormuz Strait Won't Reopen Until Trump, Netanyahu Are Removed
Berita berikutnya

Libur Jepang 21–23 September: Mengapa Tahun Ini Disebut Silver Week
Kalender resmi Jepang menetapkan libur pada 21, 22, dan 23 September 2026. Berurutan dengan akhir pekan, susunan ini membentuk Silver Week yang perlu…
Baca juga




