Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Kabut Asap Ganggu Pariwisata Tanjung Puting

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengganggu penerbangan serta perjalanan wisata. Dua rombongan membatalkan kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting dalam satu pekan.

Oleh

· 2 menit baca

Kumai — Kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap mengganggu pariwisata di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada Oktober 2026.

Kabut asap berdampak pada penerbangan dan perjalanan wisata di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, operator tur membatalkan sejumlah perjalanan atau mengalihkan wisatawan ke destinasi lain karena gangguan penerbangan dan kualitas udara.

Direktur Panorama Destination Ricky Setiawanto menyebut dua rombongan wisatawan membatalkan kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting dalam satu pekan. Taman nasional tersebut menjadi tujuan wisata alam untuk melihat orang utan di habitatnya.

Kabut asap menekan wisata alam dan akses perjalanan

Gangguan ini penting bagi pembaca karena Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu tujuan wisata alam Indonesia yang bergantung pada akses penerbangan dan perjalanan sungai. Ketika penerbangan terganggu, jadwal kunjungan dan rangkaian tur dapat berubah.

Sejumlah laporan menyebut dampak kabut asap juga terasa di Singapura dan Malaysia. Pemesanan perjalanan menurun, sedangkan sebagian agen mengubah rencana perjalanan menuju Sumatra dan Kalimantan dengan memasukkan tujuan lain, termasuk Flores dan Sulawesi.

Di Tanjung Puting, wisatawan datang terutama untuk mengamati orang utan. Kabut asap yang memburuk dapat mengurangi jarak pandang dan membuat pengalaman wisata tidak sesuai rencana. Operator lokal juga melaporkan pembatalan pemesanan setelah penerbangan dihentikan.

Gangguan tersebut berlangsung bersamaan dengan kebakaran di wilayah Sumatra dan Kalimantan serta musim kering yang memengaruhi kualitas udara kawasan. Sumber laporan menyebut kondisi dapat membaik ketika hujan meningkat pada masa peralihan monsun, tetapi risiko kebakaran dan kabut asap lintas batas masih dapat berlanjut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.