Kabut Asap Karhutla Selimuti Batam, Warga Kurangi Aktivitas Luar
Kabut asap karhutla menyelimuti Batam pada 7 Oktober 2026. BMKG mencatat PM2.5 sebesar 88,5 mikrogram per meter kubik dan mengimbau warga memakai masker.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Batam — Kabut asap kiriman kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu, 7 Oktober 2026, sehingga jarak pandang turun sekitar 2–3 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 sebesar 88,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 WIB. Angka itu menempatkan kualitas udara Batam dalam kategori tidak sehat dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan serta warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Asap yang menyelimuti Batam disebut terbawa dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain di Sumatra dan Kalimantan.
Kabut asap membatasi aktivitas warga Batam
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga yang tetap harus bepergian dianjurkan memakai masker dan meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang berkurang.
Kondisi udara kabur diperkirakan berpotensi berlangsung hingga malam dan dini hari. BMKG belum dapat memastikan kapan kabut asap berakhir, sementara suhu Batam diprakirakan berada pada kisaran 26–33 derajat Celsius.
Dampak kabut asap juga dirasakan sektor pendidikan. Siswa jenjang pendidikan anak usia dini hingga Sekolah Menengah Pertama di Batam kembali mengikuti pembelajaran dari rumah mulai 7 Oktober 2026. Kebijakan itu berlangsung hingga kualitas udara membaik dan dinyatakan aman.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Guncangan Gempa M5,2 Terasa hingga Bali, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami
BMKG mencatat gempa magnitudo 5,2 di Lombok Barat pada 7 Oktober 2026 pukul 03.15.26 WIB. Gempa tidak berpotensi tsunami dan dirasakan hingga Bali.
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





