Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Kadin Ungkap Dampak Karhutla terhadap Bisnis Nasional

Survei Kadin Indonesia menunjukkan 57,9% pelaku usaha terdampak bencana alam atau gangguan lingkungan. Biaya operasional, penjualan, serta transportasi dan logistik menjadi dampak utama.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan beraspal sepi meliuk di samping deretan pepohonan yang tertutup kabut tebal dan cahaya matahari.
Ilustrasi: Jalan beraspal sepi meliuk di samping deretan pepohonan yang tertutup kabut tebal dan cahaya matahari. · Foto: Johannes Plenio / Pexels

Jakarta — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melaporkan 57,9% pelaku usaha terdampak bencana alam atau gangguan lingkungan dalam 12 bulan terakhir berdasarkan survei kuartal III-2026 pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian menyampaikan temuan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta. Dampak yang paling banyak dilaporkan ialah kenaikan biaya operasional, penurunan penjualan atau permintaan, serta gangguan transportasi dan logistik.

Survei mencatat kenaikan biaya operasional dialami 13,5% responden. Penurunan penjualan atau permintaan dilaporkan 11,8% responden, sedangkan gangguan transportasi dan logistik memengaruhi 10,8% responden.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau kabut asap menjadi gangguan yang paling banyak dilaporkan pelaku usaha, dengan porsi 13% responden. Pada sektor real estat, 21,4% responden menyebut karhutla atau kabut asap sebagai salah satu bencana yang memengaruhi usaha mereka.

Dampak bencana menekan biaya dan rantai usaha

Temuan tersebut menunjukkan bahwa bencana dan gangguan lingkungan berpengaruh langsung terhadap kegiatan bisnis nasional. Selain karhutla, responden melaporkan bencana alam lain, cuaca ekstrem, kekeringan, dan banjir sebagai gangguan terhadap usaha.

Dari sisi kesiapan, 43,7% pelaku usaha menyatakan siap menghadapi gangguan usaha akibat bencana alam atau cuaca ekstrem. Namun, 44,5% mengaku kurang siap atau tidak siap. Pada sektor konstruksi, 58,2% responden menyatakan kurang siap atau tidak siap menghadapi bencana, sementara 30,2% menyatakan siap.

Kadin Indonesia Institute merekomendasikan penguatan ketahanan usaha melalui sistem peringatan dini, perlindungan infrastruktur dan jalur logistik, serta dukungan pembiayaan bagi usaha yang terdampak bencana.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.