Airlangga Paparkan Kinerja Ekonomi Dua Tahun Prabowo di Jakarta
Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, cadangan devisa US$146 miliar, inflasi dalam sasaran, dan kredit perbankan tumbuh sekitar 13 persen.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan indikator ekonomi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).
Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,45 persen secara kumulatif pada semester I-2026. Inflasi disebut masih berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Cadangan devisa Indonesia dilaporkan mencapai US$146 miliar, sedangkan penyaluran kredit perbankan tumbuh sekitar 13 persen. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan disebut relatif rendah. Indikator tersebut menjadi bagian dari laporan mengenai ketahanan ekonomi selama dua tahun pemerintahan Prabowo.
Stabilitas ekonomi menjadi ukuran kinerja dua tahun pemerintahan
Bagi pembaca nasional, laporan ini memuat ukuran yang digunakan pemerintah untuk menilai kondisi ekonomi, mulai dari pertumbuhan, inflasi, cadangan devisa hingga pembiayaan perbankan. Angka pertumbuhan 5,45 persen menunjukkan capaian ekonomi yang disampaikan Airlangga untuk semester pertama 2026, sementara cadangan devisa US$146 miliar menggambarkan posisi eksternal yang dilaporkan pemerintah.
Sidang kabinet tersebut membahas evaluasi kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kerja Presiden Prabowo. Dalam laporan ekonomi, pemerintah menyoroti pertumbuhan ekonomi, inflasi, kondisi perbankan, cadangan devisa, serta indikator kepercayaan konsumen dan aktivitas manufaktur.
Airlangga juga menyampaikan bahwa kredit perbankan masih tumbuh sekitar 13 persen dengan rasio kredit bermasalah yang relatif rendah. Laporan itu menjadi bagian dari paparan pemerintah mengenai kondisi makroekonomi dan program yang berjalan selama dua tahun pemerintahan Prabowo.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Dibuka Anjlok 2,09 Persen di Jakarta
IHSG dibuka pada level 5.217,14 pada Kamis (22/10/2026), turun 2,09 persen akibat tekanan jual. Investor mencermati kajian MSCI atas klasifikasi pasar…
Terbaru di Tokoh
Berita utama hari ini

Baca juga





