Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Airlangga Paparkan Kinerja Ekonomi Dua Tahun Prabowo di Jakarta

Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, cadangan devisa US$146 miliar, inflasi dalam sasaran, dan kredit perbankan tumbuh sekitar 13 persen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalur rel kereta layang perkotaan dengan latar gedung bertingkat saat matahari terbenam.
Ilustrasi: Jalur rel kereta layang perkotaan dengan latar gedung bertingkat saat matahari terbenam. · Foto: N Sopyan / Pexels

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan indikator ekonomi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,45 persen secara kumulatif pada semester I-2026. Inflasi disebut masih berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Cadangan devisa Indonesia dilaporkan mencapai US$146 miliar, sedangkan penyaluran kredit perbankan tumbuh sekitar 13 persen. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan disebut relatif rendah. Indikator tersebut menjadi bagian dari laporan mengenai ketahanan ekonomi selama dua tahun pemerintahan Prabowo.

Stabilitas ekonomi menjadi ukuran kinerja dua tahun pemerintahan

Bagi pembaca nasional, laporan ini memuat ukuran yang digunakan pemerintah untuk menilai kondisi ekonomi, mulai dari pertumbuhan, inflasi, cadangan devisa hingga pembiayaan perbankan. Angka pertumbuhan 5,45 persen menunjukkan capaian ekonomi yang disampaikan Airlangga untuk semester pertama 2026, sementara cadangan devisa US$146 miliar menggambarkan posisi eksternal yang dilaporkan pemerintah.

Sidang kabinet tersebut membahas evaluasi kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kerja Presiden Prabowo. Dalam laporan ekonomi, pemerintah menyoroti pertumbuhan ekonomi, inflasi, kondisi perbankan, cadangan devisa, serta indikator kepercayaan konsumen dan aktivitas manufaktur.

Airlangga juga menyampaikan bahwa kredit perbankan masih tumbuh sekitar 13 persen dengan rasio kredit bermasalah yang relatif rendah. Laporan itu menjadi bagian dari paparan pemerintah mengenai kondisi makroekonomi dan program yang berjalan selama dua tahun pemerintahan Prabowo.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    IHSG Dibuka Anjlok 2,09 Persen di Jakarta

    Ekonomi & Keuangan

    IHSG Dibuka Anjlok 2,09 Persen di Jakarta

    IHSG dibuka pada level 5.217,14 pada Kamis (22/10/2026), turun 2,09 persen akibat tekanan jual. Investor mencermati kajian MSCI atas klasifikasi pasar…

  2. Terbaru di Tokoh

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.