Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

Kampung Semanggi Surabaya Kembangkan Produk untuk Jaga Pecel Semanggi

Warga Kampung Semanggi Surabaya mengembangkan semanggi instan dan camilan untuk memperpanjang daya simpan serta menjaga warisan kuliner. Kampung wisata edukatif juga diusulkan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat daun semanggi hijau segar dengan latar belakang gelap.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat daun semanggi hijau segar dengan latar belakang gelap. · Foto: Frank Cone / Pexels

Surabaya — Produk instan dan camilan berbahan semanggi serta gagasan kampung wisata edukasi kuliner disebut sebagai upaya baru menjaga keberlanjutan pecel semanggi di Surabaya pada 4 November 2026.

Kampung Semanggi di Surabaya Barat menjadi salah satu sentra semanggi. Warga menanam, memanen, mengolah, dan menjual tanaman tersebut sebagai pecel semanggi. Sejumlah keluarga pedagang juga mengembangkan produk turunan untuk menghadapi tantangan bahan baku dan regenerasi peminat.

Produk semanggi instan dibuat dari bahan dan bumbu kering sehingga lebih praktis disajikan. Produk itu memiliki masa kedaluwarsa hingga 4 bulan setelah penyesuaian terhadap aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Stik semanggi dan kue kering semanggi disebut dapat bertahan hingga 1 tahun.

Pengembangan produk dilakukan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kampung tersebut. Produk semanggi instan dijual sejak 2023 melalui toko daring dan dibanderol Rp 65.000 per kotak untuk 3 porsi makan. Produk olahan itu juga disebut telah bersertifikat halal dan teruji di laboratorium.

Semanggi menjaga identitas kuliner Surabaya

Pecel semanggi merupakan bagian dari warisan kuliner Surabaya. Diversifikasi menjadi makanan instan dan camilan memberi pilihan pemasaran selain sajian pecel yang harus menggunakan bahan segar. Langkah tersebut juga membantu memperpanjang daya simpan serta memperluas cara konsumen menikmati semanggi.

Gagasan menjadikan Kampung Semanggi di Kendung sebagai kampung wisata edukatif diarahkan untuk mengenalkan budidaya, pengolahan, dan budaya kuliner Surabaya. Pengembangan itu diharapkan turut membuka ruang promosi bagi UMKM dan menarik wisatawan.

Cuaca yang sulit diprediksi menjadi salah satu tantangan petani semanggi. Pemerintah Kota Surabaya, sejumlah dinas, perguruan tinggi, dan perusahaan swasta disebut telah memberi perhatian terhadap pengembangan kampung serta produk olahan semanggi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Gaya Hidup

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.