Indonesia Dorong Pembiayaan Ekspor UMKM di Kawasan OKI
Indonesia mendukung pembiayaan syariah, penilaian kredit berbasis arus kas, digitalisasi dokumen, penjaminan, dan asuransi ekspor bagi UMKM kawasan OKI.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Istanbul — Indonesia mendorong perluasan akses pembiayaan perdagangan yang inklusif, andal, dan efisien bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 4 November 2026. Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam rangkaian Pertemuan The 42nd COMCEC Ministerial Session di Istanbul, Turkiye.
Roro menyambut rekomendasi kebijakan COMCEC Trade Working Group yang menitikberatkan pada perluasan pembiayaan syariah, penilaian kredit berbasis arus kas, digitalisasi dokumen perdagangan, serta skema penjaminan bagi UMKM. Indonesia juga mendukung kerja sama konkret antarnegara anggota OKI untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perdagangan regional.
Program yang didukung mencakup peningkatan kapasitas, fasilitas pembiayaan bersama, jaminan kredit, dan asuransi ekspor, terutama bagi UMKM. Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh pembiayaan ekspor dan menembus pasar internasional.
Pembiayaan terjangkau menopang ekspor UMKM
Kementerian Perdagangan menyebut UMKM menyumbang sekitar 61 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia atau senilai lebih dari 500 miliar dolar AS pada 2025. Namun, pemahaman yang terbatas mengenai persyaratan pembiayaan, agunan, dan riwayat kredit masih menjadi hambatan bagi UMKM untuk memperoleh pembiayaan ekspor.
Dalam pertemuan tersebut, Roro menyatakan akses pembiayaan perdagangan yang terjangkau menjadi kunci untuk mendorong daya saing ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penguatan instrumen pembiayaan di kawasan OKI juga berkaitan langsung dengan peluang UMKM Indonesia memperluas pasar dan meningkatkan kesiapan sebagai eksportir.
Gagasan kerja sama regional itu mencakup dukungan pembiayaan dan mitigasi risiko melalui penjaminan kredit serta asuransi ekspor. Sumber laporan tidak menyebutkan jadwal pelaksanaan lanjutan atau keputusan implementasi tertentu setelah pertemuan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Peringatkan Hujan di 19 Wilayah Indonesia
BMKG memperingatkan hujan sedang hingga lebat di 19 wilayah Indonesia pada 2 November 2026. Papua Pegunungan juga berpotensi mengalami angin kencang.
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





