Al Haris Bantah Sendiri Bahwa di Jambi Titik Api Sudah Padam, Hari ini Bersama Danrem, Kapolda Padamkan Karhutla di Tanjabtim..
· 2 menit baca
KABAR18.COM – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus berlanjut. Gubernur Jambi Al Haris bersama Kapolda Jambi dan Danrem 042/Gapu turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemadaman api di Desa Sungai Datuk, Kecamatan Nipa Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kamis (27/8/2026).
Langkah ini dilakukan di tengah sorotan publik terkait perbedaan data kondisi lapangan dengan laporan resmi daerah. Sebelumnya, dalam rapat penanganan Karhutla secara daring dengan Presiden Prabowo pada Senin (24/8/2026). Gubernur Al Haris melaporkan kepada Presiden bahwa seluruh titik api (fire spot) di Jambi telah berhasil dipadamkan dan hanya menyisakan titik panas (hotspot).
Kondisi dan Sebaran Titik Api Lapangan
Meskipun sempat dilaporkan terkendali, pantauan personel di lapangan menunjukkan bahwa pemadaman di beberapa area gambut masih berlangsung cukup dinamis:
Tanjung Jabung Timur: Pada Kamis (27/8/2026), karhutla melanda area semak belukar di atas lahan gambut Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, dengan perkiraan luas area terbakar mencapai 10 hektar. Pemadaman juga terus dilakukan oleh tim gabungan di Parit 7 dan 8 Desa Sungai Benuh, Kecamatan Sadu.
Muaro Jambi: Sejak awal pekan (24–25/8/2026), titik api terdeteksi di Desa Air Hitam, Lagan Ilir, serta Desa Pandan Sejahtera. Eskalasi area berpotensi meningkat di kawasan Desa Seponjen, Mendalo, hingga Desa Rawa Sari.
Sarolangun & Tebo: Di Desa Lubuk Kepayang (Sarolangun), upaya pendinginan (cooling down) lahan gambut telah dilakukan sejak Rabu (26/8/2026). Sementara itu, titik api di Sumay, Kabupaten Tebo dilaporkan telah berhasil dipadamkan oleh tim satgas darat.
Karakteristik Lahan Gambut dan Penanganan Terpadu
Karakteristik tanah gambut yang kering pada musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pemadaman. Secara teknis, api di atas permukaan gambut sering kali tampak padam, namun bara api di bawah permukaan (subsurface fire) dapat bertahan dan memicu titik api baru saat tertiup angin kencang.
Untuk mengantisipasi meluasnya dampak asap, Satgas Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat setempat terus menyiagakan personel darat serta mengoptimalkan pemadaman udara (water bombing) di titik-titik rawan.
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





