Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Dua Sungai Meluap di Pasaman, Tim SAR Cari Satu Warga yang Terseret Banjir Bandang

Hujan lebat sekitar empat jam membuat Sungai Aek Koronok dan Batang Jember Tonang Raya meluap di Nagari Simpang Tonang, Pasaman, Jumat sore. BNPB mencatat sekitar 55 rumah terdampak; seorang warga berusia 51 tahun masih dicari.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: aliran Batang Kuranji di Pasar Ambacang, Kota Padang, tampak keruh dengan endapan pasir dan batu seusai banjir bandang; foto arsip, bukan lokasi keja…
Ilustrasi: aliran Batang Kuranji di Pasar Ambacang, Kota Padang, tampak keruh dengan endapan pasir dan batu seusai banjir bandang; foto arsip, bukan lokasi kejadian di Pasaman. (Foto: Undeka 11 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Pasaman — Tim SAR gabungan masih mencari seorang warga berusia 51 tahun yang terseret banjir bandang di Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat sore, 18 September 2026. Data sementara BNPB mencatat sekitar 55 rumah terdampak luapan dua sungai.

Hujan lebat turun di Kecamatan Duo Koto, tempat nagari itu berada, sejak sekitar pukul 14.00 WIB dan baru reda menjelang pukul 18.00 WIB. Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya tak sanggup menampung debit air. Menurut keterangan BNPB yang dimuat detikNews dan Tribun Padang, air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam keterangan BNPB, nama kecamatan itu ditulis Dua Koto.

Puncaknya datang sejam lebih kemudian. Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik, seperti dikutip Kompas.com, menyebut banjir bandang menerjang Kampung Parit di Jorong Tonang Raya pada pukul 17.15 WIB. Saat itulah seorang warga hanyut dibawa arus.

Kantor SAR Padang menerima laporan pukul 18.27 WIB dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman. Delapan belas menit berselang, 12 personel Pos SAR Pasaman berangkat ke lokasi; enam personel Unit Siaga SAR Agam menyusul tiga menit kemudian. Mereka membawa perahu karet, alat pendeteksi bawah air, dan drone termal, di samping kendaraan penyelamat dan ambulans.

Angka kerusakan belum seragam. BNPB, lewat Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan, menyebut sekitar 55 keluarga dan 55 rumah terdampak, dua rumah rusak, serta kurang lebih lima hektare lahan pertanian ikut terkena. iNews menulis 17 rumah terendam dan menyebut usia korban 49 tahun. BNPB menyatakan angkanya masih hasil pendataan sementara.

Pada Sabtu, 19 September 2026, genangan dilaporkan sudah surut. Tiga keluarga menumpang di rumah kerabat. “Seorang warga masih dalam pencarian,” kata Berton dalam keterangannya hari itu, seperti dikutip detikNews.

Mengapa ini penting

Rentang waktunya pendek. Dari awal hujan sampai air masuk rumah hanya sekitar dua jam; sejam lebih kemudian arus sudah cukup kuat untuk menyeret orang. Karena itu BNPB meminta warga yang tinggal di dekat aliran sungai waspada bila hujan deras berlangsung lama, menjauh dari tepian ketika debit naik, dan segera pindah ke tempat yang lebih aman begitu muka air tampak meninggi.

Bagi pembaca di luar Sumatera Barat: Pasaman terletak sekitar 175 kilometer di utara Kota Padang, pada jalur lintas menuju Sumatera Utara, dan berbatasan dengan Riau di sisi timur, menurut catatan Tribun Padang.

Angka kunci

  • Sekitar 55 keluarga dan 55 rumah terdampak; dua rumah rusak (data sementara BNPB).
  • Kurang lebih 5 hektare lahan pertanian terdampak (BNPB).
  • Tiga keluarga mengungsi ke rumah kerabat (BNPB).
  • 18 personel SAR berangkat pada Jumat malam: 12 dari Pos SAR Pasaman dan 6 dari Unit Siaga SAR Agam (Kantor SAR Padang).
  • 17 rumah terendam menurut laporan iNews, berbeda dari angka BNPB.

Apa selanjutnya

Pencarian berlanjut. Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Mardianto, seperti dikutip iNews pada Sabtu, mengatakan personel Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan warga menyisir aliran Sungai Aek Koronok serta kawasan di sekitarnya. Abdul Malik menyatakan timnya sudah bekerja di lokasi dan akan melaporkan perkembangan operasi.

Di luar pencarian, BPBD Pasaman bersama pemerintah kecamatan dan nagari, TNI, serta Polri masih mendata kerusakan. BNPB menyatakan terus memantau situasi bersama pemerintah daerah. Lembaga itu juga meminta warga di sekitar sungai mengenali jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan pokok dan obat, menaruh dokumen penting di tempat yang mudah dibawa, serta mengikuti informasi resmi BPBD. Sampai tulisan ini disusun pada Sabtu sore, belum ada sumber yang melaporkan korban ditemukan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.