Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Kemendag Targetkan Empat Juta UMKM Ekspor di Tangerang

Kementerian Perdagangan menargetkan empat juta UMKM berkembang menjadi eksportir aktif atau pemasok industri berorientasi ekspor dalam lima tahun. Kontribusi UMKM ditargetkan mencapai 30 persen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan kotak kardus berbalut plastik tersusun rapi di dalam gudang logistik.
Ilustrasi: Tumpukan kotak kardus berbalut plastik tersusun rapi di dalam gudang logistik. · Foto: Freek Wolsink / Pexels

Tangerang — Kementerian Perdagangan menargetkan pengembangan sedikitnya empat juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar menjadi eksportir aktif atau pemasok industri berorientasi ekspor dalam lima tahun ke depan. Target itu disampaikan dalam Seminar Campuspreneur pada rangkaian Trade Expo Indonesia ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Laporan 18 Oktober menyebut kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional saat ini berada pada kisaran 15–16 persen. Kementerian Perdagangan menargetkan kontribusi tersebut meningkat menjadi 30 persen dalam jangka menengah dan 40 persen dalam jangka panjang.

Program Campuspreneur menjadi salah satu instrumen untuk mencapai sasaran itu. Program tersebut menggabungkan penguatan kapasitas kewirausahaan mahasiswa, pendampingan produk agar memenuhi standar pasar ekspor, perluasan jejaring perdagangan internasional, serta fasilitasi akses permodalan bagi perusahaan rintisan.

Target empat juta UMKM memperluas basis eksportir

Kementerian Perdagangan menyatakan pelaku usaha yang dikembangkan diarahkan untuk berperan sebagai eksportir aktif atau pemasok bagi industri yang berorientasi ekspor.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, sebanyak 27 perguruan tinggi telah bergabung dalam Program Campuspreneur. Program ini menghubungkan potensi kewirausahaan mahasiswa dengan kebutuhan pasar global melalui pelatihan, pendampingan produk, jejaring perdagangan, dan akses pembiayaan.

Bagi pembaca Kabar18, sasaran tersebut berkaitan dengan peluang UMKM dan usaha rintisan untuk masuk ke rantai pasok ekspor. Kenaikan kontribusi UMKM dari kisaran 15–16 persen menuju 30 persen juga menempatkan standar produk, akses pasar, dan pembiayaan sebagai kebutuhan utama pengembangan eksportir baru.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    LPEI Perkuat Dukungan UMKM Ekspor di Jakarta

    Entrepreneur

    LPEI Perkuat Dukungan UMKM Ekspor di Jakarta

    LPEI memperkuat pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor, dan pendampingan bagi UMKM. Program itu ditujukan untuk meningkatkan kesiapan usaha memasuki…

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.