Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

Koster Siapkan Trase Trem Bandara Ngurah Rai-Pecatu Mulai 2027

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut penghitungan trase trem Bandara Ngurah Rai-Pecatu dibahas bersama PT KAI dan Bappenas. Pembangunan direncanakan mulai 2027.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan dari atas sebuah trem modern melintas di atas rel jalanan kota berbatu.
Ilustrasi: Pemandangan dari atas sebuah trem modern melintas di atas rel jalanan kota berbatu. · Foto: Travel Photographer / Pexels

Badung — Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pada Jumat (30/10/2026) bahwa perencanaan trase trem yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pecatu mulai dihitung bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Menurut Koster, pembangunan proyek tersebut direncanakan dimulai pada 2027. Tahap awal jalur trem diarahkan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan Pecatu di Kabupaten Badung. Perencanaan yang dibahas mencakup penghitungan trase, termasuk pemetaan lahan negara dan lahan masyarakat yang kemungkinan perlu dibebaskan.

Koster menyampaikan perkembangan itu dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bali. Ia mengatakan proses perencanaan sudah berjalan dan sebagian pendanaan akan menggunakan dana dari PT KAI. Dalam skema awal, ia menginginkan seluruh pembiayaan berasal dari PT KAI, tetapi kemudian mengarahkan Pemerintah Kabupaten Badung ikut berkontribusi karena trem dinilai dapat menjadi sumber pendapatan daerah.

Trem Pecatu Disiapkan untuk Transportasi Wisata dan Kemacetan Badung

Rencana ini menempatkan trem sebagai pilihan transportasi bagi wisatawan yang menuju kawasan selatan Bali sekaligus bagian dari upaya menangani kepadatan lalu lintas di Badung. Keterhubungan bandara dengan Pecatu juga diarahkan untuk memperkuat akses menuju kawasan wisata yang menjadi bagian penting dari koridor pariwisata Bali.

Sebelumnya, rencana pengembangan trem Bali juga mencakup koridor Bandara Ngurah Rai-Canggu. Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT KAI telah menyiapkan kerja sama pengembangan transportasi massal trem listrik berbasis baterai untuk koridor tersebut. Namun, perkembangan terbaru yang disampaikan Koster berfokus pada penghitungan trase menuju Pecatu.

Tahap berikutnya adalah melanjutkan perhitungan trase dan mengidentifikasi status lahan yang dilalui. Pembangunan baru direncanakan mulai pada 2027, sementara laporan yang tersedia tidak menyebutkan jadwal operasi jalur Bandara Ngurah Rai-Pecatu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.