Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

APSMI Summit 2026 Soroti Literasi Kesehatan di Nusa Dua

APSMI Annual Summit 2026 di Nusa Dua membahas literasi kesehatan saat masyarakat memakai AI untuk mencari informasi dan melakukan swamedikasi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pil berwarna merah muda tumpah dari botol kaca di atas permukaan putih.
Ilustrasi: Pil berwarna merah muda tumpah dari botol kaca di atas permukaan putih. · Foto: Castorly Stock / Pexels

Badung — Asia-Pacific Self-Medication Industry (APSMI) Annual Summit 2026 digelar pada 30 Oktober 2026 di Hotel Paradisus by Melia, Nusa Dua, Bali, dengan literasi kesehatan sebagai salah satu sorotan utama penggunaan kecerdasan artifisial (AI) untuk mencari informasi kesehatan.

Forum itu mempertemukan pemerintah, regulator, pakar kesehatan, dan pelaku industri farmasi di Asia-Pasifik. Pembahasan diarahkan pada penguatan kolaborasi untuk mendorong swamedikasi yang aman, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan, Dita Novianti, mengatakan tingkat literasi kesehatan masyarakat Indonesia beragam. Pemerintah menjalankan program edukasi, termasuk Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat), yang mengajarkan cara membaca label, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.

Dalam forum tersebut, peserta menyoroti kemudahan AI yang perlu diimbangi kemampuan masyarakat menyaring informasi. Rekomendasi yang belum terverifikasi dinilai dapat memengaruhi keputusan swamedikasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menekankan keterbukaan informasi pada produk obat yang telah memperoleh izin edar.

Literasi kesehatan membantu keputusan swamedikasi

Isu ini relevan bagi pembaca karena penggunaan AI untuk mencari informasi kesehatan dapat berpengaruh pada keputusan penggunaan obat tanpa resep. Informasi produk, manfaat, risiko, dan keterbatasan perlu dipahami sebelum masyarakat melakukan perawatan mandiri.

APSMI juga memperkenalkan survei regional perdana bersama IPSOS mengenai pelabelan elektronik digital dan penyederhanaan regulasi produk obat bebas. Hasil survei itu akan dibahas lebih lanjut dalam forum Self-CARER.

Chairman APSMI Rachmadi Joesoef menyebut swamedikasi yang tepat dapat membantu mengurangi beban sistem kesehatan. Ia mengatakan APSMI telah membentuk kelompok kerja untuk menangani isu kesehatan digital, penyediaan informasi, penanganan misinformasi, dan penyederhanaan regulasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.