APSMI Summit 2026 Soroti Literasi Kesehatan di Nusa Dua
APSMI Annual Summit 2026 di Nusa Dua membahas literasi kesehatan saat masyarakat memakai AI untuk mencari informasi dan melakukan swamedikasi.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Badung — Asia-Pacific Self-Medication Industry (APSMI) Annual Summit 2026 digelar pada 30 Oktober 2026 di Hotel Paradisus by Melia, Nusa Dua, Bali, dengan literasi kesehatan sebagai salah satu sorotan utama penggunaan kecerdasan artifisial (AI) untuk mencari informasi kesehatan.
Forum itu mempertemukan pemerintah, regulator, pakar kesehatan, dan pelaku industri farmasi di Asia-Pasifik. Pembahasan diarahkan pada penguatan kolaborasi untuk mendorong swamedikasi yang aman, mudah diakses, dan berkelanjutan.
Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan, Dita Novianti, mengatakan tingkat literasi kesehatan masyarakat Indonesia beragam. Pemerintah menjalankan program edukasi, termasuk Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat), yang mengajarkan cara membaca label, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.
Dalam forum tersebut, peserta menyoroti kemudahan AI yang perlu diimbangi kemampuan masyarakat menyaring informasi. Rekomendasi yang belum terverifikasi dinilai dapat memengaruhi keputusan swamedikasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menekankan keterbukaan informasi pada produk obat yang telah memperoleh izin edar.
Literasi kesehatan membantu keputusan swamedikasi
Isu ini relevan bagi pembaca karena penggunaan AI untuk mencari informasi kesehatan dapat berpengaruh pada keputusan penggunaan obat tanpa resep. Informasi produk, manfaat, risiko, dan keterbatasan perlu dipahami sebelum masyarakat melakukan perawatan mandiri.
APSMI juga memperkenalkan survei regional perdana bersama IPSOS mengenai pelabelan elektronik digital dan penyederhanaan regulasi produk obat bebas. Hasil survei itu akan dibahas lebih lanjut dalam forum Self-CARER.
Chairman APSMI Rachmadi Joesoef menyebut swamedikasi yang tepat dapat membantu mengurangi beban sistem kesehatan. Ia mengatakan APSMI telah membentuk kelompok kerja untuk menangani isu kesehatan digital, penyediaan informasi, penanganan misinformasi, dan penyederhanaan regulasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Pemerintah Arahkan Kredit Program ke Produksi di Bali
Pemerintah menyebut 68 persen kredit program mengalir ke sektor produksi. Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas pembiayaan UMKM melalui KUR, gradua…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga





