Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Krom Bank Perkuat Deteksi Fraud Perbankan Digital di Indonesia

Krom Bank memperbarui informasi kemitraan dengan SHIELD pada 15 Oktober 2026 untuk mendeteksi screen sharing dan akses jarak jauh berbahaya dalam transaksi bank digital.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — PT Krom Bank Indonesia Tbk memperbarui informasi pada 15 Oktober 2026 mengenai kemitraannya dengan SHIELD untuk mendeteksi pembagian layar dan akses jarak jauh berbahaya dalam layanan perbankan digital di Indonesia.

Kemitraan tersebut menggunakan solusi Device-First Fraud Intelligence milik SHIELD untuk memantau perilaku perangkat secara real-time sepanjang sesi transaksi, dari login hingga logout. Teknologi ini ditujukan untuk menghadapi modus aplikasi palsu yang menyamar sebagai lembaga tepercaya atau layanan publik, termasuk Identitas Kependudukan Digital (IKD) fiktif.

Dalam modus itu, korban diarahkan mengunduh aplikasi berbahaya lalu masuk ke akun bank. Pelaku kemudian memanfaatkan fitur screen sharing dan perangkat lunak pengoperasian jarak jauh untuk mengendalikan sesi aktif nasabah. Rekayasa sosial digunakan untuk meyakinkan korban agar mengikuti instruksi pelaku.

Kemitraan Krom Bank dan SHIELD memperkuat deteksi pengambilalihan akun

Menurut laporan yang diperbarui detikINET pada 15 Oktober 2026, integrasi tersebut mendeteksi 100% upaya screen sharing dan remote access berbahaya secara langsung. Laporan Infobanknews juga menyebut teknologi itu meningkatkan kemampuan mendeteksi pengambilalihan akun hingga 10 kali lipat dan membuat waktu deteksi fraud 95% lebih cepat.

Infobanknews melaporkan sistem tersebut dapat mengenali screen sharing, remote access, deepfake, account sharing, dan rekayasa sosial berbasis kecerdasan buatan secara real-time. Kontan menyebut SHIELD memperkaya model risiko Krom Bank dengan lebih dari 20 indikator risiko real-time.

Bagi nasabah Indonesia, perkembangan ini berkaitan langsung dengan keamanan saat menggunakan layanan bank digital. Aplikasi yang tampak seperti layanan resmi dapat menjadi pintu masuk pencurian kredensial, sedangkan pengendalian perangkat dari jarak jauh dapat memberi pelaku akses ke sesi transaksi yang sedang berlangsung.

Perlindungan tersebut bekerja pada tingkat perangkat dan sesi, sehingga bank dapat mengidentifikasi perangkat serta perangkat lunak berbahaya ketika transaksi berlangsung. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan jadwal lanjutan selain penerapan dan penguatan kemampuan deteksi melalui kemitraan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Teknologi

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.