Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

Layanan Transportasi Perintis hingga 2026

Kemenhub memperkuat angkutan perintis, subsidi barang, PSO, dan BTS untuk memperluas akses transportasi di wilayah 3TP. BTS menjangkau enam kota pada 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dermaga kayu panjang membentang ke laut dari pantai berpasir dengan latar belakang bukit.
Ilustrasi: Dermaga kayu panjang membentang ke laut dari pantai berpasir dengan latar belakang bukit. · Foto: Naufal Diwana / Pexels

Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat angkutan perintis dan subsidi transportasi untuk membuka akses mobilitas warga di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) pada 31 Oktober 2026.

Dalam penguatan transportasi darat, Kemenhub menggunakan skema kewajiban pelayanan publik (PSO), subsidi angkutan barang, serta buy the service (BTS) untuk angkutan umum perkotaan. Program BTS menjangkau 10 kota pada 2025 dan enam kota pada 2026.

Pada sektor penyeberangan, layanan angkutan perintis melayani 993.700 penumpang pada 2025 dan 760.700 penumpang hingga September 2026. Layanan tersebut mencakup 265 lintasan pada 2026. Angkutan jalan perintis melayani 841.096 penumpang pada 2025 dan 459.665 penumpang hingga April 2026, dengan cakupan meningkat dari 309 trayek pada 2025 menjadi 313 trayek hingga Juni 2026.

Akses transportasi 3TP menentukan mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok

Penguatan layanan perintis relevan bagi pembaca di daerah yang menghadapi keterbatasan akses transportasi. Selain membantu mobilitas masyarakat, layanan ini mendukung distribusi kebutuhan pokok ke wilayah 3TP melalui konektivitas antardaerah.

Di sektor perkeretaapian, kereta api perintis melayani 5.259.159 penumpang pada 2025 dan 2.380.092 penumpang pada 2026 melalui enam layanan di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Angkutan laut perintis melayani 1.314.801 penumpang pada 2025 dan 951.977 penumpang hingga September 2026, dengan jangkauan 107 trayek.

Kemenhub menyatakan layanan perintis tetap dilaksanakan sampai tahun anggaran selesai. Pemantauan operasional dan jadwal layanan dilakukan agar konektivitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok tetap terjaga.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.