Layanan Transportasi Perintis hingga 2026
Kemenhub memperkuat angkutan perintis, subsidi barang, PSO, dan BTS untuk memperluas akses transportasi di wilayah 3TP. BTS menjangkau enam kota pada 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat angkutan perintis dan subsidi transportasi untuk membuka akses mobilitas warga di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) pada 31 Oktober 2026.
Dalam penguatan transportasi darat, Kemenhub menggunakan skema kewajiban pelayanan publik (PSO), subsidi angkutan barang, serta buy the service (BTS) untuk angkutan umum perkotaan. Program BTS menjangkau 10 kota pada 2025 dan enam kota pada 2026.
Pada sektor penyeberangan, layanan angkutan perintis melayani 993.700 penumpang pada 2025 dan 760.700 penumpang hingga September 2026. Layanan tersebut mencakup 265 lintasan pada 2026. Angkutan jalan perintis melayani 841.096 penumpang pada 2025 dan 459.665 penumpang hingga April 2026, dengan cakupan meningkat dari 309 trayek pada 2025 menjadi 313 trayek hingga Juni 2026.
Akses transportasi 3TP menentukan mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok
Penguatan layanan perintis relevan bagi pembaca di daerah yang menghadapi keterbatasan akses transportasi. Selain membantu mobilitas masyarakat, layanan ini mendukung distribusi kebutuhan pokok ke wilayah 3TP melalui konektivitas antardaerah.
Di sektor perkeretaapian, kereta api perintis melayani 5.259.159 penumpang pada 2025 dan 2.380.092 penumpang pada 2026 melalui enam layanan di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Angkutan laut perintis melayani 1.314.801 penumpang pada 2025 dan 951.977 penumpang hingga September 2026, dengan jangkauan 107 trayek.
Kemenhub menyatakan layanan perintis tetap dilaksanakan sampai tahun anggaran selesai. Pemantauan operasional dan jadwal layanan dilakukan agar konektivitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok tetap terjaga.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik hingga 17 Oktober 2026
Kementerian Perhubungan mencatat 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026, dengan gangguan melu…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga





