Kapolri Minta Klub Perkuat Keamanan Super League di Jakarta
Kapolri Suyudi Ario Seto meminta I.League dan klub memperkuat pencegahan gangguan keamanan. Komitmen itu dibahas bersama pemerintah, kepolisian, PSSI, dan pemilik klub.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meminta I.League dan seluruh klub peserta BRI Super League 2026/2027 memperkuat pencegahan gangguan keamanan dalam Club Owners Meeting di Jakarta pada 31 Oktober 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Fairmont Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026, pemerintah, kepolisian, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), operator kompetisi, dan pemilik klub membahas keamanan, ketertiban, profesionalisme, serta keberlangsungan kompetisi sepak bola nasional.
Suyudi menyatakan keamanan pertandingan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Klub diminta aktif membangun komunikasi dengan suporter, melakukan langkah pencegahan, dan berkoordinasi dengan aparat keamanan karena klub dinilai paling memahami karakteristik pendukungnya.
Kapolri juga mengingatkan kewaspadaan terhadap tindakan anarkis, pelanggaran hukum, kriminalitas, dan pihak yang berupaya memanfaatkan sepak bola untuk memicu konflik. Kepolisian menerapkan pengamanan berdasarkan pemetaan risiko, data, serta informasi intelijen.
Keamanan kompetisi berdampak pada keberlangsungan sepak bola nasional
Komitmen tersebut relevan bagi pembaca nasional karena kompetisi sepak bola melibatkan kegiatan ekonomi masyarakat dan daerah. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut dampak ekonomi sepak bola perlu diimbangi dengan upaya menjaga persatuan serta mencegah konflik yang dapat mengganggu kompetisi.
Pertemuan itu dihadiri Kapolri Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, serta para pemilik klub peserta BRI Super League.
I.League dan klub menegaskan komitmen untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, meningkatkan profesionalisme, memperkuat pencegahan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, kepolisian, dan PSSI agar kompetisi berlangsung aman, tertib, dan berkelanjutan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Inspirasi
Pemuda 29 Provinsi Himpun Aspirasi Pemerintah di Jakarta
Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 menghimpun aspirasi pemuda dari 29 provinsi di Jakarta. Masukan mencakup pekerjaan, UMKM, hilirisasi, pertanian,…
Terbaru di Pemerintahan
Baca juga



