Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Mahasiswa Unikom Menang SFT 2026 lewat NovaSight di Jakarta

Empat mahasiswa Unikom memenangkan kategori D3/D4/S1 Samsung Solve for Tomorrow 2026 lewat NovaSight, aplikasi AI untuk membantu siswa tunanetra belajar matematika.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buku bertulisan braille dan mesin ketik khusus braille di atas lantai kayu parket.
Ilustrasi: Buku bertulisan braille dan mesin ketik khusus braille di atas lantai kayu parket. · Foto: Thirdman / Pexels

Jakarta — Empat mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) memenangkan kategori D3/D4/S1 Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 melalui NovaSight di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Tim I-SEUNG mengembangkan NovaSight sebagai aplikasi pembelajaran matematika berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu siswa tunanetra memahami materi dan mengerjakan soal secara lebih mandiri. Anggota tim itu ialah Damar Fikri Haikal, Mohamad Zaki Zakiran, Ratuayu Nurfajar, dan Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja. Dosen Dian Dharmayanti mendampingi pengembangan inovasi tersebut.

NovaSight memiliki lima fitur utama. Annoter mengubah materi visual atau modul matematika menjadi narasi yang dapat dibaca pembaca layar. Scriber membantu siswa mencatat langkah penyelesaian soal melalui papan ketik yang kompatibel dengan teknologi pembaca layar. Clarifier menjelaskan soal melalui chatbot AI berdasarkan materi pembelajaran.

Aplikasi itu juga menyediakan Quizzer untuk membantu guru membuat soal dan kunci jawaban, serta Evaluator untuk mendukung evaluasi pembelajaran. Dalam pengujian awal yang dipaparkan tim, siswa tunanetra mampu mengerjakan sekitar 80% soal secara mandiri menggunakan NovaSight.

NovaSight memperluas akses belajar matematika inklusif

Kemenangan tersebut penting bagi pembaca karena menunjukkan pemanfaatan AI untuk mengatasi hambatan akses pada materi matematika yang memuat angka, simbol, grafik, diagram, dan bentuk visual. NovaSight dirancang agar siswa dapat memahami materi dan mencatat proses pengerjaan, sementara guru memperoleh dukungan untuk menilai jawaban serta perkembangan belajar.

Tim I-SEUNG menyampaikan bahwa pengembangan NovaSight berangkat dari kebutuhan siswa tunanetra. Setelah menjadi juara, tim berencana terus mengembangkan aplikasi itu agar dapat digunakan lebih luas, dimulai dari Jawa Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Teknologi

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.