Mendagri di Makassar: Presiden Akan Kumpulkan Kepala Daerah Bahas Indonesia ASRI
Pada 18 September 2026 di Makassar, Mendagri Tito Karnavian menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah memperkuat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui kompetisi kinerja antardaerah dan…
Oleh Arsyid Muhamad
· 3 menit baca
Makassar — Pada 18 September 2026 di Makassar, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah memperkuat implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui kompetisi kinerja antardaerah dan penataan lingkungan perkotaan, termasuk penertiban spanduk dan baliho yang membuat kota tampak semrawut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Mengapa ini penting: Arahan Presiden dan rencana rapat akbar kepala daerah menjadikan penataan kota dan layanan dasar sebagai indikator kinerja daerah yang akan memengaruhi kebijakan di seluruh Indonesia mulai akhir September 2026.
Dalam sambutan pada malam puncak Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi di sebuah hotel di Makassar, Tito menjelaskan bahwa konsep Indonesia ASRI merupakan salah satu agenda yang dimasukkan Presiden Prabowo dalam Asta Cita, khususnya terkait penanganan sampah, kebersihan, dan penataan ruang publik.
Tito menyebut kompetisi kinerja antardaerah akan menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pelaksanaan Indonesia ASRI di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Menurut dia, penilaian kinerja daerah akan menggunakan sejumlah indikator layanan dasar, antara lain akses dan kualitas layanan kesehatan, akses penduduk terhadap pendidikan, implementasi Program Tiga Juta Rumah, serta pengelolaan sampah dan lingkungan melalui konsep ASRI.
Dalam acara yang sama, Tito meminta kepala daerah menata ulang spanduk dan baliho promosi di ruang publik. Ia menilai pemasangan spanduk dan baliho yang tidak tertib membuat wajah kota berantakan dan bertentangan dengan semangat Indonesia ASRI yang menekankan kebersihan dan kerapian ruang kota.
Perkembangan terbaru per 19 September 2026, Tito menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkannya untuk mengumpulkan seluruh kepala daerah pada akhir September 2026. Pertemuan itu dipersiapkan sebagai forum untuk menjelaskan lebih rinci konsep Indonesia ASRI dan memperkuat keterlibatan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.
Menurut penjelasan Tito, rapat akbar tersebut direncanakan melibatkan gubernur, bupati, dan wali kota, serta unsur pimpinan daerah seperti ketua DPRD dan perwakilan TNI, Polri, dan kejaksaan. Pertemuan disebut akan digelar di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dengan waktu yang masih disesuaikan dengan agenda Presiden.
Tito menyatakan bahwa arahan Presiden agar kepala daerah dikumpulkan disampaikan sekitar dua minggu sebelum pengumuman rencana pertemuan akhir September. Agenda utama rapat itu adalah membahas penguatan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh daerah, termasuk penyesuaian indikator layanan dasar dan kemungkinan pemberian insentif fiskal bagi daerah yang menunjukkan kinerja baik.
Presiden Prabowo sebelumnya juga menjelaskan secara terbuka rencananya menggelar rapat dengan kepala daerah dan DPRD se-Indonesia untuk meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ASRI berarti Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah, dan menyebut rapat dengan para kepala daerah dan DPRD akan digelar dalam satu sampai dua minggu untuk memulai gerakan tersebut secara nasional.
Rangkaian arahan Presiden dan Mendagri ini menempatkan Indonesia ASRI sebagai salah satu fokus kebijakan pemerintah, dengan kompetisi antardaerah dan penataan ruang publik sebagai instrumen utama. Pemerintah daerah di berbagai wilayah, termasuk di Sulawesi, diharapkan menindaklanjuti arahan tersebut dengan langkah konkret dalam kebersihan kota, pengelolaan sampah, dan peningkatan layanan dasar bagi warga.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Prabowo Resmikan Fakultas Kedokteran Unida Gontor, Serukan Free Palestine
Di resepsi seabad Gontor di Ponorogo, Presiden meneken dua prasasti, menerima kefiyeh dari Duta Besar Palestina, dan meminta pesantren itu tidak ikut…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga



