Menhan Sjafrie Bertemu Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Cina, Empat Bidang Kerja Sama Dibahas
Dalam kunjungan kehormatan di Gedung Ba Yi, Beijing, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Jenderal Zhang Shengmin membahas Forum 2+2 serta kelompok kerja di empat bidang. Kemhan menegaskan kerja sama itu berpijak pada politik bebas aktif.
Oleh Arsyid Muhamad
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Beijing — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Jenderal Zhang Shengmin, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Cina, di Gedung Ba Yi, Beijing, Kamis pagi, 17 September 2026. Kementerian Pertahanan menyebut keduanya membahas penataan kerja sama pertahanan, yang ditegaskan Sjafrie tetap berpijak pada politik bebas aktif dan non-blok.
Pertemuan itu berbentuk kunjungan kehormatan, atau courtesy call. Kemhan menyebutnya tindak lanjut kesepahaman Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping, yang kini dibawa turun ke tingkat pelaksanaan.
Sjafrie berada di Beijing untuk Beijing Xiangshan Forum ke-13, forum keamanan dan pertahanan internasional tahunan di ibu kota Cina. Sehari sebelumnya, Rabu, 16 September, ia hadir di upacara pembukaan di Beijing International Convention Center bersama Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan, dan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan. Antara dan Kompas.com melaporkan forum itu dibuka Menteri Pertahanan Cina Laksamana Dong Jun.
Menurut Kemhan, kedua pihak ingin mengoptimalkan mekanisme Forum 2+2 Indonesia–Cina. Xinhua menggambarkan mekanisme “2+2” itu sebagai dialog gabungan menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara; pertemuan tingkat menteri yang kedua berlangsung di Jakarta pada 21 Agustus 2026. Mereka juga membicarakan pembentukan kelompok kerja untuk empat bidang:
- kapasitas alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), termasuk dukungan logistiknya;
- latihan bersama yang cakupannya diperluas;
- pengembangan sumber daya manusia lewat pendidikan dan alih teknologi;
- pertukaran informasi strategis.
Sjafrie juga mengangkat gagasan latihan militer multilateral di Asia Tenggara. Menurut Kemhan, latihan semacam itu bisa menjadi sarana inklusif untuk memperkuat ketahanan regional, menumbuhkan saling percaya, dan menjaga stabilitas kawasan. Ia meminta komunikasi intensif dan kolaborasi teknis yang transparan agar komitmen bisa dijalankan dan diukur.
Kata para pihak
“Kita ini negara yang berbasis kepada konstitusi, berbasis kepada kepentingan nasional, tetapi mempunyai suatu strategi politik luar negeri yang bebas aktif. Sehingga, kita open minded kepada semua negara sahabat,” ujar Sjafrie kepada Antara seusai upacara pembukaan forum, Rabu, 16 September. Kalimat yang sama dimuat dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, Jumat, 18 September.
Dari pihak Beijing, rilis Kementerian Pertahanan Nasional Cina yang bersumber dari Xinhua menyebut Zhang memandang kerja sama keamanan sebagai wujud penting rasa saling percaya strategis tingkat tinggi kedua negara. Zhang mengajak dua angkatan bersenjata menjalankan kesepahaman kedua kepala negara, mempererat komunikasi strategis, dan menambah pertukaran di semua tingkatan.
Rilis yang sama mencatat jawaban Sjafrie: Indonesia siap bekerja dengan Cina menjaga momentum positif hubungan bilateral dan militer lewat kerja sama yang praktis.
Mengapa ini penting
Lawan bicara Sjafrie bukan pejabat protokoler. Antara menjelaskan, Komisi Militer Pusat adalah badan pengambil keputusan dan komando tertinggi militer Cina, dipimpin langsung Xi Jinping. Banyak fungsi yang di negara lain dipegang kementerian pertahanan justru dijalankan komisi ini, sementara Kementerian Pertahanan Nasional Cina terutama mengurus diplomasi dan hubungan masyarakat. Kantor berita itu menyebut Zhang sebagai orang nomor dua di militer Cina.
Bagi pembaca Indonesia, empat bidang yang dibahas menyentuh hal yang konkret: penguatan dan dukungan logistik alpalhankam, latihan prajurit, pendidikan personel, dan teknologi yang bisa dialihkan. Penegasan bebas aktif dan non-blok menjadi pagarnya: Indonesia mempererat hubungan dengan Beijing, tetapi menyatakan tidak masuk blok mana pun dan tetap terbuka kepada negara sahabat lain.
Angka kunci
- Hampir 2.000 wakil resmi, akademisi, dan pengamat dari lebih 100 negara, kawasan, dan organisasi internasional hadir di forum tahun ini, menurut Xinhua.
- 15–17 September 2026: masa penyelenggaraan forum, dengan empat sesi pleno dan delapan sesi paralel, menurut Antara.
- 23 Oktober 2025: Zhang Shengmin dipromosikan menjadi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat. Menurut Antara, ia menggantikan He Weidong yang dicopot sepekan sebelumnya dalam perkara korupsi; Zhang sebelumnya wakil sekretaris badan antikorupsi komisi tersebut.
- Oktober 2013: awal kemitraan strategis komprehensif Indonesia–Cina, menurut Xinhua.
Apa selanjutnya
Rilis Kemhan tidak mencantumkan jadwal pembentukan keempat kelompok kerja maupun pertemuan Forum 2+2 berikutnya. Antara melaporkan Sjafrie dijadwalkan menjalani sejumlah kunjungan kerja di Beijing untuk memperkuat kerja sama pertahanan, tanpa merinci agendanya.
Kepada Antara, Sjafrie juga menyinggung rencana latihan militer bersama dalam kerangka Defense Cooperation Agreement, perjanjian kerja sama pertahanan. Laporan itu tidak merinci waktu dan bentuk latihannya.
Sumber
- Kementerian Pertahanan RI — Pertemuan bilateral Menhan dengan Vice Chairman CMC Tiongkok (17/9/2026)
- Kementerian Pertahanan RI — Menhan hadiri pembukaan Beijing Xiangshan Forum ke-13 (16/9/2026)
- Kementerian Pertahanan Nasional Cina/Xinhua — Seruan mempererat hubungan militer Cina-Indonesia (17/9/2026)
- Antara — Menhan Sjafrie bertemu orang nomor dua di militer China (18/9/2026)
- Antara — Menhan tegaskan relasi RI-China di Xiangshan Forum (16/9/2026)
- Kompas.com — Menhan Sjafrie temui jenderal China di Beijing (17/9/2026)
- Xinhua — Pertemuan kedua dialog 2+2 Cina-Indonesia di Jakarta (22/8/2026)
Baca juga


