Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Garibaldi Jadi KRI Sriwijaya 24 September, PT PAL dan Fincantieri Garap Retrofit

KSAL menyebut serah terima dan pergantian bendera kapal induk hibah Italia dijadwalkan 24 September. Retrofit dikerjakan PT PAL bersama Fincantieri, dan pangkalan disiapkan di Teluk Ratai, Lampung.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: helikopter MH-60S Sea Hawk Angkatan Laut Amerika Serikat mendarat di dek kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi (551) saat latihan gabungan, 12 Juli…
Foto arsip: helikopter MH-60S Sea Hawk Angkatan Laut Amerika Serikat mendarat di dek kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi (551) saat latihan gabungan, 12 Juli 2023, sebelum kapal itu dihibahkan ke Indonesia. (Foto: U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class J / Wikimedia Commons, Pu…

Jakarta — Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kapal induk Giuseppe Garibaldi kemungkinan diserahkan Italia pada 24 September 2026 dan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. Ia berbicara di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 18 September 2026, seusai meninjau kapal itu.

Bendera Italia di kapal direncanakan diganti Merah Putih pada hari yang sama. Menurut Antara, serah terima akan berlangsung di Tanjung Priok dengan disaksikan para pejabat tinggi TNI. IDN Times menulis Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyaksikan langsung pergantian bendera tersebut.

Seusai upacara, pekerjaan yang lebih panjang menanti. Menurut Ali, kapal tetap berada di Indonesia untuk pembenahan fisik dan perbaikan mesin. Pekerjaan yang ia sebut retrofit itu berupa modernisasi mesin dan teknologi agar kapal cocok dengan kebutuhan dan doktrin operasi TNI AL. Pekerjaan itu diserahkan kepada PT PAL bersama Fincantieri, galangan Italia yang membangun Garibaldi. “Kita akan kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri ya,” ujar Ali, dikutip Antara.

Menurut IDN Times, Ali juga menyebut kemungkinan keterlibatan perusahaan Italia lain, seperti Leonardo, untuk urusan peralatan. Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod, yang ditemui Kompas.com di dermaga itu, menilai kondisi kapal sangat baik. Ia mengatakan Garibaldi tetap memerlukan peremajaan, termasuk kelengkapan persenjataan, dan PT PAL akan menggandeng Fincantieri serta Leonardo.

Ali tidak merinci biaya maupun jadwal retrofit. Ia hanya menyatakan anggarannya sudah disiapkan Kementerian Pertahanan dan mempersilakan wartawan menanyakan jumlahnya ke kementerian itu. The Straits Times melaporkan Kementerian Pertahanan menyisihkan Rp 7,2 triliun untuk retrofit dan modernisasi. Al Jazeera menulis Kementerian Keuangan menyetujui pembiayaan US$ 450 juta untuk program kapal induk pada 2025.

Pangkalan disiapkan di Teluk Ratai

TNI AL memilih Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai lokasi pangkalan kapal induk. Ali beralasan kondisi geografisnya memungkinkan dan kedalaman lautnya memadai untuk draf kapal (bagian lambung yang terbenam) sekitar 8 meter. Akses navigasinya ia nilai bagus dan perairannya relatif terlindung.

Lampung bukan satu-satunya tempat sandar. Ali memastikan TNI AL juga menyiapkan pangkalan kapal induk di beberapa lokasi lain.

Mengapa ini penting

Bagi industri pertahanan dalam negeri, retrofit kapal induk pertama Indonesia ini membuka pekerjaan baru bagi galangan nasional. Ali menyebut kerja sama PT PAL dan Fincantieri sebagai ajang alih teknologi (transfer of technology), dan ia yakin PT PAL memetik manfaat berupa peningkatan kualitas produk. Fincantieri bukan nama baru bagi TNI AL: dua kapal perang barunya, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, juga buatan galangan itu.

Bagi publik, kapal hibah tidak berarti tanpa biaya. Pada 13 Februari lalu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan kepada Antara bahwa kapal itu hibah Pemerintah Italia, sedangkan anggaran Indonesia dialokasikan untuk retrofit. Garibaldi kini berusia 41 tahun. Co-Founder Jakarta Defence Society Ade P. Marboen, dalam keterangan yang dimuat Antara sebelumnya, mengingatkan bahwa masa pakai 15 sampai 20 tahun setara tiga hingga empat periode kepresidenan, sehingga anggaran operasional dan pemeliharaan menuntut komitmen panjang pemerintah.

Angka kunci

  • 24 September 2026: rencana serah terima dan pergantian bendera di Tanjung Priok (Antara, IDN Times).
  • 180,2 meter: panjang kapal; laju maksimumnya 30 knot, setara 56 kilometer per jam (Antara).
  • Sekitar 8 meter: draf kapal yang menjadi pertimbangan pemilihan Teluk Ratai (Antara).
  • 15 sampai 20 tahun: harapan sisa masa pakai menurut KSAL (Antara, Al Jazeera).
  • 14 helikopter atau lebih, bergantung pada ukurannya: daya angkut menurut KSAL (IDN Times). Al Jazeera mengutip pernyataan juru bicara TNI AL yang menyebut hingga 18 helikopter dan 830 personel.

Apa selanjutnya

Agenda terdekat adalah serah terima pada 24 September. Setelah itu kapal memasuki tahap retrofit yang jadwalnya belum diumumkan. Ali menyatakan kapal diprioritaskan untuk operasi militer selain perang (OMSP), terutama bantuan bencana, meski dapat dikerahkan untuk misi tempur bila diperlukan.

Untuk kebakaran hutan dan lahan, Ali memastikan kapal bisa dipakai, tetapi tidak dalam waktu dekat karena harus melewati serah terima dan retrofit lebih dulu. Presiden Prabowo, dalam rapat terbatas penanganan bencana pada 7 September, menyatakan kapal itu akan diubah menjadi kapal induk helikopter dan pesawat nirawak. Soal awak, IDN Times melaporkan 100 personel TNI AL lagi akan bergabung, menyusul 100 personel yang lebih dulu berlatih di Italia.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.