Dino Dorong Indonesia Dekati AS dan China di Jakarta
Dino Patti Djalal mendorong Indonesia mempererat hubungan dengan Amerika Serikat dan China. Menurutnya, relasi itu dapat membuka akses pasar, teknologi, pendidikan, dan kerja sama diplomatik.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal, mendorong Indonesia mempererat hubungan dengan Amerika Serikat dan China dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dino mengatakan hubungan yang dekat dengan negara-negara besar dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperoleh akses pasar, teknologi, pendidikan, serta memperkuat kerja sama diplomatik di tengah dunia multipolar dan rivalitas geopolitik global.
Ia menyebut Indonesia perlu membangun hubungan erat dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, Malaysia, dan negara-negara Eropa. Menurut Dino, pendekatan tersebut dapat membantu Indonesia mengambil manfaat dari hubungan internasional tanpa membatasi kerja sama pada satu kekuatan besar.
Kedekatan dengan negara besar membuka akses ekonomi
Dorongan tersebut relevan bagi pembaca nasional karena akses pasar, teknologi, pendidikan, dan kerja sama diplomatik berkaitan langsung dengan peluang ekonomi serta posisi Indonesia dalam perubahan tatanan global. Dino menilai hubungan dengan negara-negara besar perlu dikelola untuk menghasilkan manfaat bagi Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta, Dino menyampaikan bahwa Indonesia seharusnya memanfaatkan kedekatan dengan negara-negara besar dan negara lain untuk memperoleh manfaat. Ia juga menekankan pentingnya memperluas hubungan ketika dunia bergerak menuju sistem multipolar.
Laporan yang tersedia menyebut acara tersebut berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Tidak ada laporan yang menyatakan langkah lanjutan atau kebijakan pemerintah tertentu setelah pernyataan Dino.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pemerintahan
Prabowo Sebut Ekonomi Indonesia Peringkat Ketujuh Dunia di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyebut ekonomi Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia berdasarkan paritas daya beli menurut proyeksi IMF. Pernyataan…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga


