Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Dino Patti Djalal Soroti Diplomasi Indonesia Hadapi Kabut Asap

Dino Patti Djalal menyebut krisis kabut asap sebagai ujian diplomasi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Asap karhutla berdampak pada Malaysia dan Singapura.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Siluet deretan pohon kering dan gundul di dalam hutan yang diselimuti kabut tebal hitam putih.
Ilustrasi: Siluet deretan pohon kering dan gundul di dalam hutan yang diselimuti kabut tebal hitam putih. · Foto: Daniel Trylski / Pexels

Jakarta — Dino Patti Djalal menyebut krisis kabut asap sebagai test case bagi diplomasi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2026. Pandangan itu disampaikan mantan wakil menteri luar negeri tersebut melalui media sosial.

Dino menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi ujian bagi Indonesia untuk tetap bertetangga baik dengan negara-negara di kawasan dalam situasi sulit. Ia juga menempatkan Indonesia sebagai negara yang dipandang memiliki posisi kepemimpinan alami di Asia Tenggara.

Kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa bulan terakhir melanda sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatra dan Kalimantan. Dampaknya, kabut asap meluas ke Malaysia dan Singapura, sementara kedua negara mencatat kualitas udara yang buruk.

Krisis asap menguji hubungan Indonesia dengan negara tetangga

Bagi pembaca Indonesia, isu ini menyangkut dampak lintas batas dari kebakaran di dalam negeri sekaligus hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura. Penanganan asap tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga dengan kemampuan pemerintah menjelaskan langkah Indonesia dan menjaga kerja sama regional.

Sejumlah negara sebelumnya menawarkan bantuan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Indonesia sempat menolak tawaran tersebut, sebelum pada pekan sebelumnya menyetujui bantuan dari negara tetangga. Perkembangan itu menjadi konteks bagi penilaian Dino mengenai cara Indonesia menghadapi krisis.

Dino mengingatkan bahwa Indonesia pernah memimpin penanganan bencana tsunami Aceh dan Nias pada 2004. Menurutnya, cara Indonesia menangani krisis tersebut mendorong negara tetangga dan bangsa lain untuk membantu di bawah koordinasi Indonesia. Ia mengaitkan pengalaman itu dengan peluang memperkuat kepercayaan terhadap Indonesia dalam menghadapi kabut asap.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.