Kabar18.com

Sabtu, 24 Oktober 2026

TNI AU Jajaki Tol Cibitung-Cilincing dan Lembar-Kayangan

TNI AU menjajaki Tol Cibitung-Cilincing dan ruas penghubung Pelabuhan Lembar-Pelabuhan Kayangan untuk uji coba landasan alternatif berikutnya. Penjajakan dilakukan setelah survei bersama kementerian terkait.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan raya aspal lurus dan sepi membentang di bawah langit berawan saat senja.
Ilustrasi: Jalan raya aspal lurus dan sepi membentang di bawah langit berawan saat senja. · Foto: Brett Sayles / Pexels

Jakarta — TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada 23 Oktober 2026 menyebut Jalan Tol Cibitung-Cilincing di Jakarta dan jalan penghubung Pelabuhan Lembar-Pelabuhan Kayangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai lokasi yang sedang dijajaki untuk uji coba berikutnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan penjajakan dilakukan setelah survei bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait. Jalan Tol Cibitung-Cilincing disebut telah memenuhi persyaratan awal untuk menjalani verifikasi lanjutan.

Ruas di Lombok masih berada dalam tahap pembangunan. Pemerintah daerah setempat telah dikoordinasikan mengenai rencana pemanfaatan infrastruktur tersebut untuk mendukung kebutuhan pertahanan, dengan mempertimbangkan penilaian dan persyaratan teknis.

Jalan tol disiapkan sebagai pilihan landasan darurat

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum berkoordinasi dengan TNI, khususnya TNI AU, sejak tahap perencanaan pembangunan jalan tol. Koordinasi itu ditujukan agar infrastruktur dapat mendukung pertahanan dan keamanan.

Sebelumnya, TNI AU menguji pendaratan dan lepas landas pesawat tempur di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur, serta Jalan Tol Trans Sumatra ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung di Lampung. Uji di Tol Pasuruan-Probolinggo menggunakan ruas sepanjang 3,5 kilometer dari KM 834 hingga KM 837+500 dengan lebar 24 meter.

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif hanya ditujukan untuk situasi kedaruratan tertentu dan terbatas. Penentuan lokasi berikutnya masih bergantung pada hasil survei, verifikasi persyaratan teknis, kesiapan personel, serta aspek keselamatan penerbangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.